BERAU – Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau kembali menunjukkan aksi sigapnya dalam menangani panggilan darurat non-kebakaran. Kali ini, petugas harus berhadapan dengan logam keras yang menjepit jari seorang warga di Markas Komando (MAKO) Damkar, Selasa (5/5).
Kejadian bermula saat seorang warga bernama Bintang Rizky mendatangi petugas sekitar pukul 11.42 WITA.
Ia mengeluhkan rasa sakit akibat cincin yang melingkar di jarinya sudah terlalu ketat dan tidak bisa dilepaskan dengan cara biasa.
Kondisi tersebut memaksa korban untuk segera meminta bantuan ahli guna menghindari luka yang lebih serius.
Merespons laporan tersebut, Regu 4 Disdamkarmat langsung menerjunkan delapan personel untuk melakukan tindakan evakuasi di Jalan H. Isa 1, Kelurahan Bugis.
“Tim langsung melaksanakan prosedur pemotongan setelah menerima laporan warga yang datang langsung ke MAKO,” ujar Yohanis Datu Tasik, petugas pelaksana di lapangan.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh ketelitian. Menggunakan peralatan khusus pemotong logam, petugas secara perlahan memotong cincin tersebut agar tidak melukai kulit pasien.
Setelah beberapa saat berjibaku dengan presisi tinggi, cincin tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dengan aman.
Aksi penyelamatan non-kebakaran seperti ini kian sering dilakukan oleh personel Damkar Berau, membuktikan bahwa peran mereka kini meluas melampaui sekadar memadamkan api, termasuk menjadi tumpuan warga dalam situasi darurat personal di lingkungan Tanjung Redeb.

