TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia mulai Mei hingga Agustus mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto, menjelaskan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda nasional yang mencakup seluruh sektor usaha, mulai dari usaha kecil, menengah hingga besar.
“Sensus ekonomi ini dilaksanakan serentak se-Indonesia mulai bulan Mei sampai Agustus. Seluruh sektor usaha akan kita data, baik usaha kecil, menengah maupun besar,” ujarnya, Kamis (23/4).
Namun demikian, ada dua sektor yang tidak termasuk dalam pendataan sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, yaitu sektor pemerintahan dan pertahanan. Di luar itu, seluruh jenis usaha akan masuk dalam cakupan sensus.
Dalam pelaksanaannya, BPS akan menggunakan metode door to door. Para petugas sensus yang turun ke lapangan akan terlebih dahulu mendapatkan pelatihan khusus, serta dilengkapi identitas resmi seperti kartu pengenal, rompi, dan surat tugas.
“Petugas juga wajib melapor ke wilayah setempat sebelum melakukan pendataan, agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
Untuk mempermudah proses pendataan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang cukup sulit, BPS akan melibatkan mitra statistik dari masyarakat lokal. Langkah ini dinilai efektif karena masyarakat setempat lebih memahami kondisi wilayahnya, termasuk daerah-daerah di hulu.
Selain itu, pelaksanaan sensus ekonomi kali ini juga didukung teknologi digital berbasis aplikasi. Setiap data yang dikumpulkan petugas akan langsung terekam secara sistematis.
“Petugas menggunakan aplikasi. Jika di lokasi tidak ada sinyal, data tetap tersimpan dan akan diunggah saat sudah ada jaringan. Ini membuat data lebih akurat dan terintegrasi,” tambah Yuda.
Ia menegaskan, hasil sensus ekonomi sangat penting untuk mengetahui perkembangan usaha di Kabupaten Bulungan dari waktu ke waktu. Data tersebut dapat menunjukkan apakah suatu usaha masih berjalan, berkembang, atau bahkan sudah tidak ada.
Melalui sensus ini, pemerintah juga dapat melihat peta ekonomi daerah secara lebih jelas, termasuk potensi unggulan di setiap wilayah, baik di sektor pertanian, perdagangan, maupun jasa.
BPS pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur dan akurat saat didatangi petugas.
“Kami berharap masyarakat memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Semakin lengkap datanya, semakin terlihat potensi ekonomi di tiap wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, data hasil sensus nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah ke depan.
“Dari sensus ini akan terlihat kantong-kantong ekonomi, misalnya daerah yang unggul di pertanian, perkebunan, atau usaha lainnya. Ini akan sangat membantu dalam perencanaan pembangunan,” pungkasnya. (Lia)

