BERAU – Meski program komputer Acer dan Axioo (laptop) dari pemerintah daerah telah dibagikan, fakta lapangan menunjukkan adanya ketimpangan nyata terkait jumlah distribusi serta pemerataan fasilitas penunjang antarsekolah di Kabupaten Berau, Senin (6/7/2026). Di saat ada sekolah yang mendapatkan unit yang cukup banyak, sekolah lain justru harus menerima unit yang sangat minim.

Meskipun dihadapkan pada realita distribusi yang belum merata tersebut, beberapa sekolah dasar terpantau tetap berupaya merawat sarana digital seadanya yang mereka miliki.

Salah satunya dirasakan oleh Sekolah Dasar (SD) 004 Tanjung Redeb yang telah menerima dan memanfaatkan bantuan perangkat komputer axioo (laptop) untuk menunjang aktivitas belajar mengajar serta peningkatan kompetensi guru.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Plt. SD 004 Tanjung Redeb, Tati Kusmiati, saat dikonfirmasi pada Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah menerima bantuan sebanyak 10 unit laptop dari pemerintah daerah.

Realisasi Aspirasi Program Bupati Berau

Bantuan 10 unit laptop tersebut merupakan wujud realisasi dari program Pemerintah Kabupaten Berau.

Fasilitas ini diberikan setelah pihak sekolah menyampaikan aspirasi dan kebutuhan sarana prasarana terkait digitalisasi pendidikan kepada pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

“Nah ini program dari Bupati, karena sekolah kami waktu itu ada menyampaikan aspirasinya ke pemerintah daerah dan alhamdulillah kami menerima sebanyak 10 unit laptop,” ujar Tati Kusmiati.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diperkirakan diterima sekitar tahun 2024 dan saat ini seluruh perangkat disimpan serta difungsikan dengan baik di ruang laboratorium sekolah untuk mendukung kegiatan operasional dan pembelajaran siswa.

Apresiasi Program Guru Penggerak

Selain bantuan massal untuk operasional sekolah, tenaga pendidik di SD 004 Tanjung Redeb juga mendapatkan penambahan fasilitas laptop melalui jalur prestasi kedinasan.

“saya juga pernah menerima laptop itu di tahun 2024 ketika saya mengikuti program guru penggerak diklat pendidikan guru penggerak yang diadakan oleh kementerian pendidikan waktu itu masih menterinya mas Nadiem Makarim” jelasnya.

Bentuk apresiasi dan penunjang kinerja, seluruh Guru Penggerak serta Pengajar Praktik yang dinyatakan lulus dalam gelombang diklat tersebut masing-masing berhak mendapatkan 1 unit laptop.

Sementara itu, sekitar tiga tahun setelah disalurkan melalui Program 1.000 Laptop untuk Guru, sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Berau menyebut bantuan tersebut masih dalam kondisi baik dan tetap dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Program 1.000 Laptop untuk Guru merupakan salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Berau yang mulai direalisasikan sejak 2022. Program ini menjadi bagian dari 18 program unggulan pemerintah daerah, bersama peningkatan Beasiswa Berau Cerdas dan bantuan perlengkapan sekolah bagi pelajar kurang mampu.

Dilansir Mediaetam.com, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau yang saat itu dijabat oleh Yudi Artangali menegaskan bahwa pengadaan laptop tersebut sudah berjalan sejak tahun 2022 silam. Hingga medio 2023, laptop tersebut pun sudah disebarkan ke SD dan SMP pada semua kecamatan di Kabupaten Berau.

Kepala SD Negeri 001 Teluk Bayur, Husaini, mengatakan sekolahnya menerima satu unit laptop merek Axio yang diserahkan langsung saat pelaksanaan program tersebut.

“Kemarin saya sendiri yang menerima pemberian laptopnya,” ujar Husaini, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, laptop tersebut hingga kini masih berfungsi dengan baik dan digunakan oleh salah seorang guru di sekolahnya.

“Laptopnya ada satu, sekarang digunakan oleh guru-guru,” ungkapnya.

Guru SD Negeri 001 Teluk Bayur, Jamiat, juga membenarkan bahwa perangkat tersebut masih dalam kondisi layak digunakan.

“Iya, laptopnya sampai sekarang masih dalam kondisi yang baik,” ujarnya.

Husaini menambahkan, laptop bantuan itu telah dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah, mulai dari pelaksanaan ujian siswa hingga menunjang pekerjaan administrasi dan pembelajaran para guru.

“Kemarin juga digunakan untuk ujian siswa dan dipakai guru-guru di sini,” jelasnya.

Kondisi serupa disampaikan Kepala SD Negeri 002 Teluk Bayur, Sutrimo Silo. Ia membenarkan sekolahnya juga menjadi penerima bantuan laptop dari Pemerintah Kabupaten Berau.

“Sudah,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan laptop yang diterima sekolahnya hingga kini masih berfungsi dengan baik karena terus dimanfaatkan oleh para guru.

“Kondisinya baik karena dipakai guru,” pungkasnya.

Bergeser pada SD 001 Sambaliung yang mengonfirmasi telah menerima unit laptop acer dan axio tersebut sejak tahun 2022 melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau.

Hal tersebut disampaikan oleh Operator Sekolah SD 001 Sambaliung, Ari Supri Anor, pada Senin (6/7/2026). Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menerima sebanyak dua unit laptop.

“Kami sudah menerima bantuan itu dari dinas, jumlahnya dua unit. Biasanya kalau sekolah kami menerima bantuan dari dinas, memang dialokasikan sebanyak dua unit,” ujar Ari.

Meskipun tidak mengetahui secara detail mengenai nama program spesifik dari bantuan tersebut karena proses pengambilan langsung dilakukan melalui penandatanganan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) di dinas terkait, pihak sekolah memastikan bahwa unit tersebut berfungsi dengan sangat baik.

Hingga saat ini, dua unit laptop tersebut dirawat dan dipergunakan secara aktif oleh guru pelaksana untuk menunjang kebutuhan kerja dan administrasi operasional sekolah.

Selain bantuan tersebut, Ari juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 lalu, SD 001 Sambaliung sempat menerima bantuan perangkat komputer lain yang bermerek Zyrex dengan spesifikasi khusus untuk menunjang sistem pembelajaran siswa.

Saat ditanya mengenai fasilitas laboratorium komputer (lab), pihak SD 001 Sambaliung menjelaskan bahwa saat ini mereka belum memiliki ruangan khusus tersebut.

Ketiadaan fasilitas lab mandiri ini dikarenakan pihak manajemen sekolah saat ini masih memprioritaskan ketersediaan ruang kelas reguler guna menampung jumlah siswa yang cukup banyak.

“Kami belum memiliki laboratorium komputer di sekolah karena jumlah siswa di sini cukup banyak. Saat ini kami masih fokus mengoptimalkan ruangan yang ada untuk kebutuhan ruang kelas belajar mengajar,” pungkas Ari.