BERAU – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nusantara Kalimantan Timur bersama pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Berau, Rabu (1/7/2026). Mereka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak pemerintah menindak tegas setiap dugaan korupsi yang berkaitan dengan program tersebut.

Dalam aksi itu, para peserta membawa berbagai poster dan menyampaikan orasi yang menegaskan bahwa MBG merupakan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Salah seorang pekerja SPPG Berau, TI, mengatakan dirinya bersama rekan-rekan mengikuti aksi sebagai bentuk dukungan agar program MBG tetap berjalan dan tidak dihentikan.

“Hari ini kami mengikuti aksi damai dan menyuarakan agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan,” ujarnya.

TI menjelaskan dirinya merupakan bagian dari SPPG Berau wilayah Sei Bedungun yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program penyediaan makanan bergizi.

Ia mengaku informasi mengenai aksi tersebut diterimanya secara mendadak melalui grup komunikasi internal.

“Setahu saya memang dadakan. Informasinya dibagikan di grup dan kami datang untuk aksi damai,” katanya.

Dalam orasinya, para peserta aksi juga meminta pemerintah memberantas praktik korupsi yang dinilai dapat mengganggu keberlangsungan program MBG. Namun ketika ditanya mengenai dugaan korupsi yang dimaksud, TI mengaku tidak mengetahui secara spesifik lokasi maupun pihak yang terlibat.

“Saya tidak tahu persis di mana kasusnya. Yang jelas kalau memang ada korupsi di Indonesia, kami berharap pelakunya segera ditangkap,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan program MBG telah memberikan kesempatan kerja bagi banyak masyarakat, termasuk kelompok usia yang sebelumnya kesulitan memperoleh pekerjaan.

“Program ini sangat membantu. Contohnya ada ibu-ibu yang usianya sudah tidak muda lagi tetapi masih bisa bekerja dan membantu ekonomi keluarganya,” ucap TI.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Andi Alfian, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya program Makan Bergizi Gratis.

Ia menilai MBG bukan sekadar program penyediaan makanan bagi anak-anak, tetapi memiliki dampak ekonomi yang luas bagi berbagai sektor usaha.

“Satu kebijakan MBG ini bisa memberikan dampak berlapis. Derajat petani terangkat, peternak juga terangkat. Karena itu kami menolak anggapan bahwa program ini tidak pro-rakyat,” katanya.

Andi menyebut aksi tersebut tidak hanya diikuti Aliansi Pemuda Nusantara Kalimantan Timur, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti relawan UMKM, petani, peternak, hingga para pekerja yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

Menurut dia, aksi tersebut telah dipersiapkan sejak sekitar satu bulan lalu sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pemerintah.

“Kami sudah merencanakan kegiatan ini sekitar satu bulan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang ikut memperjuangkan program Makan Bergizi Gratis sebagai bentuk dukungan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau, terhadap kebijakan Presiden,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyerukan agar program MBG tetap dilanjutkan dengan pengawasan yang ketat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat tanpa diwarnai praktik penyimpangan anggaran.

“Kami mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan, tetapi jika ada praktik korupsi, pelakunya harus ditindak tegas sesuai hukum. Programnya harus diselamatkan, bukan dihentikan,” kata Koordinator Lapangan, Andi Alfian.