TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Pada tahun 2026 ini, daerah yang dikenal sebagai Bumi Tenguyun kembali mengirimkan wakilnya sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Istana Negara pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Keberhasilan ini menjadi catatan penting bagi Bulungan. Di tengah persaingan ketat seleksi tingkat provinsi hingga nasional, wakil dari Bulungan berhasil lolos dan menjadi salah satu perwakilan Provinsi Kalimantan Utara bersama Kota Tarakan.
Penetapan tersebut diumumkan melalui keputusan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara daring beberapa hari lalu. Hasil itu sekaligus menambah daftar prestasi Kabupaten Bulungan yang terus menunjukkan kemampuan putra-putri daerahnya di tingkat nasional.
Dari lima kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara, Bulungan menjadi daerah yang paling konsisten mengirimkan wakilnya sebagai calon pengibar bendera pusaka di Istana Negara. Tahun ini bahkan menjadi kali kelima Bulungan lolos ke tingkat nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bulungan, Darmawan, mengatakan keberhasilan tersebut bukan diraih dengan mudah. Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan serius terhadap para peserta sejak awal seleksi.
“Perwakilan putra-putri Bulungan ini sudah lima kali lolos. Tiga kali saat seleksi masih melalui Kemenpora, dan dua kali pada era BPIP dan tahun 2026 ini yang lolos itu Desy Natalia dari SMKN 1 Tanjung Selor,” ujar Darmawan saat diwawancarai, Rabu (24/6).
Menurutnya, sistem seleksi saat ini jauh lebih ketat dibanding sebelumnya. Jika dahulu seleksi berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), kini proses seleksi dilakukan langsung oleh BPIP dengan standar penilaian yang lebih detail.
Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya diuji kemampuan baris-berbaris, tetapi juga kesiapan mental, fisik, wawasan kebangsaan, kemampuan wawancara, hingga kondisi kesehatan secara menyeluruh.
“BPIP ini sangat ketat. Jadi kami memberikan dukungan penuh kepada peserta, mulai dari persiapan mental, fisik, pengetahuan, wawancara sampai kesehatan. Sedikit saja ada masalah kesehatan bisa mempengaruhi kelulusan,” jelasnya.
Darmawan menambahkan, setiap tahapan seleksi menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Bahkan satu tes yang tidak maksimal dapat membuat peserta gagal melaju ke tahap berikutnya.
Dalam seleksi tahun ini, dua pelajar asal Bulungan berhasil menembus tahapan seleksi tingkat provinsi hingga nasional, yakni Desy Natalia dari SMKN 1 Tanjung Selor dan Jessica Olivia dari SMAN 1 Tanjung Selor.
Keduanya telah mengikuti serangkaian seleksi yang dilakukan di tingkat provinsi sebelum akhirnya mengikuti tahapan seleksi nasional oleh BPIP. Dari hasil seleksi tersebut, namun hanya dua peserta dari Kalimantan Utara yang dinyatakan lolos ke tingkat nasional.
Peserta yang berhasil lolos selanjutnya akan mengikuti tahapan karantina pada awal Juli mendatang sebelum menjalankan tugas sebagai calon Paskibraka nasional.
Sementara peserta yang belum lolos ke tingkat nasional nantinya akan bertugas sebagai anggota Paskibraka di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Keberhasilan Bulungan kembali mengirimkan wakil ke Istana Negara menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Utara. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di tingkat nasional dengan semangat, disiplin, dan dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.
“Kami ingin anak-anak Bulungan terus percaya diri dan mampu bersaing di tingkat nasional. Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga bentuk pengabdian kepada bangsa,” tutup Darmawan. (Lia)

