BERAU- Efisiensi anggaran turut berdampak pada sejumlah program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau. Meski jumlah Kegiatan dipastikan mengalami pengurangan dibanding tahun sebelumnya, Namun pelaksanaan program seperti pelatihan pengelolaan dasar perpustakaan tetap dijalankan dengan keterbatasan yang ada, namun tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah, mengatakan penyesuaian dilakukan sebagai bentuk efisiensi anggaran, terutama pada penyediaan hadiah dan fasilitas kegiatan.
“Yang jelas pasti ada pengurangan karena kita menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Tetapi kegiatan tahunan seperti pelatihan tetap kita laksanakan,” ujarnya pada saat ditemui It-news.id Rabu (20/05/2026).
Ia menjelaskan, apabila pada tahun sebelumnya jumlah peserta pelatihan dapat mencapai sekitar 100 orang, tahun ini jumlah tersebut harus dikurangi. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk mengikuti pelatihan justru meningkat.
“Pelatihan pengelolaan dasar perpustakaan yang baru kami laksanakan ternyata peminatnya sangat banyak. Bahkan dari jumlah yang kami tentukan, masih banyak yang ingin ikut,” katanya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus menyesuaikan fasilitas yang diberikan kepada peserta tambahan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap mengikuti kegiatan.
“Kami sampaikan konsekuensinya mungkin tidak sama dengan peserta yang memang sudah teranggarkan, misalnya terkait konsumsi. Tetapi mereka tetap ingin ikut dan itu menjadi kebanggaan bagi kami,” tuturnya.
Rabiatul menilai meningkatnya minat masyarakat terhadap pelatihan perpustakaan tidak lepas dari kebutuhan pengembangan kompetensi, termasuk adanya sertifikat pelatihan yang kini dibutuhkan dalam sistem MyASN dan penunjang tunjangan kinerja.
Meski demikian, ia menegaskan tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar sertifikat, melainkan untuk memberdayakan perpustakaan dan meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat Kabupaten Berau.
“Dengan hati tulus dan ikhlas, bukan hanya karena mengejar piagam, tetapi karena ingin memberdayakan dan membumikan perpustakaan agar minat baca masyarakat meningkat,” ungkapnya.
Ia juga mengakui kepedulian terhadap perpustakaan, terutama di tingkat kampung dan sekolah, masih perlu ditingkatkan. Namun melalui pelatihan dan pendampingan yang terus dilakukan, mulai terlihat adanya ketertarikan masyarakat terhadap pengelolaan perpustakaan.
Menurutnya, membaca buku memiliki manfaat besar karena ilmu yang diperoleh cenderung lebih lama melekat dalam ingatan dibandingkan membaca secara singkat melalui telepon genggam.
“Kalau membaca buku itu biasanya lebih melekat di pemikiran kita. Berbeda kalau hanya membaca sekilas melalui handphone,” pungkasnya.

