SAMARINDA, IT-NEWS.ID– Pergantian jabatan Kapolresta Samarinda tidak hanya menandai berakhirnya masa tugas seorang perwira kepolisian, tetapi juga menjadi momen mengenang hubungan yang terbangun selama bertugas di Kota Tepian.

Kombes Pol Hendri Umar, resmi mengakhiri tugasnya sebagai Kapolresta Samarinda setelah mendapat penugasan baru di Bareskrim Polri, Jakarta. Kepergiannya meninggalkan sejumlah kenangan bagi personel kepolisian, masyarakat, hingga insan pers yang selama ini menjalin komunikasi dengannya.

Kesan tersebut terlihat dalam prosesi pelepasan di Markas Komando (Mako) Polresta Samarinda, Sabtu (31/10/2026). Tradisi pedang pora mengiringi langkah Hendri Umar bersama istrinya meninggalkan lingkungan Polresta Samarinda.

Barisan perwira yang mengangkat pedang membentuk gerbang kehormatan menjadi bagian dari penghormatan atas berakhirnya masa pengabdiannya di Samarinda. Sejumlah personel dan anggota Bhayangkari tampak larut dalam suasana haru.

Namun, di balik prosesi tersebut, hubungan yang terbangun antara Hendri Umar dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

Jurnalis senior Samarinda, Ardi Wiriya, mengungkapkan bahwa selama menjabat Kapolresta, Hendri Umar dikenal membuka ruang komunikasi dengan awak media.

Menurut Ardi, keterbukaan tersebut memudahkan jurnalis dalam memperoleh informasi sekaligus membangun hubungan kemitraan antara kepolisian dan media.

“Bagi kami insan pers di Samarinda, beliau merupakan sosok pemimpin yang mudah diajak berkomunikasi. Ruang komunikasi selalu terbuka, sehingga hubungan antara kepolisian dan wartawan dapat berjalan dengan baik,” kata Ardi.

Ia menilai komunikasi yang baik antara kepolisian dan media merupakan bagian penting dalam menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat.

“Dalam menjalankan tugas jurnalistik, kami membutuhkan akses informasi yang jelas dan komunikasi yang baik dengan narasumber. Selama beliau menjabat, hubungan itu terbangun dengan cukup dekat. Ini menjadi pengalaman dan kenangan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Ardi juga menyampaikan bahwa kepemimpinan di lingkungan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.

“Pemimpin tidak hanya dinilai dari bagaimana menjalankan tugas institusi, tetapi juga bagaimana membangun hubungan dengan masyarakat. Kedekatan dan komunikasi seperti inilah yang akan selalu diingat,” tambahnya.

Lanjutkan pengabdian di Mabes Polri

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026, Hendri Umar mendapat penugasan baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tk. II Bareskrim Polri di Jakarta.

Penugasan tersebut mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolresta Samarinda. Selanjutnya, jabatan Kapolresta Samarinda diteruskan Kombes Pol Eko Novan Prasetyo Puspito, S.I.K., M.Si.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus keberlanjutan pelaksanaan tugas kepolisian di Samarinda.

Ardi berharap hubungan baik yang selama ini terjalin antara kepolisian, masyarakat, dan media dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan yang baru.

“Selamat bertugas di tempat yang baru untuk Kombes Pol Hendri Umar. Terima kasih atas komunikasi dan kemitraan yang telah terbangun selama ini. Semoga sukses menjalankan amanah baru di Mabes Polri,” tutup Ardi.