TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus melakukan pembenahan fasilitas di Pelabuhan Kayan II guna meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi masyarakat. Sejumlah perbaikan telah dilakukan, mulai dari akses masuk, penataan lahan parkir, ruang tunggu penumpang, hingga pintu masuk pelabuhan.
Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah diterapkannya sistem pembayaran parkir melalui loket resmi. Sebelumnya, kendaraan yang keluar masuk pelabuhan tidak melalui sistem pembayaran yang teratur. Kini, pengguna jasa pelabuhan sudah dapat melihat adanya loket pembayaran di area pintu masuk dan keluar.
Perubahan ini cukup menarik perhatian masyarakat. Lena, salah seorang warga Bulungan, mengaku terkejut saat mengetahui adanya sistem baru tersebut. Menurutnya, penataan ini membuat kawasan pelabuhan terlihat lebih rapi dan tertib.
“Saya kaget karena ini baru, tapi menurut saya bagus karena lebih tertata. Hanya saja mungkin perlu lebih banyak sosialisasi, karena masih banyak masyarakat yang belum tahu, terutama dari daerah kampung,” ujarnya, Senin (20/4)
Ia juga menyambut baik peningkatan fasilitas yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, perbaikan tersebut memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang yang akan menggunakan layanan transportasi di pelabuhan yang terletak di Jalan Sabanar Lama tersebut.
Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan bahwa ke depan sistem pembayaran parkir di Pelabuhan Kayan II akan terus dikembangkan. Salah satu rencana yang disiapkan adalah penerapan metode pembayaran non tunai.
“Ke depan kemungkinan bisa menggunakan sistem non tunai atau semacam E-Tol seperti yang ada di kota-kota besar,” jelasnya.
Menurut Syarwani, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengikuti perkembangan era digitalisasi. Selain itu, sistem tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan retribusi yang lebih transparan dan tertata.
Dukungan terhadap sistem pembayaran modern juga datang dari Bank Indonesia. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, menyebutkan bahwa layanan pembayaran digital seperti QRIS sebenarnya sudah mulai diterapkan di pelabuhan, meskipun belum sepenuhnya.
“Ini sebagai alternatif. Ada yang menggunakan QRIS, ada juga yang masih tunai. Jadi ini bentuk kemudahan yang disiapkan bagi penumpang di area pelabuhan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan seluruh fasilitas di pelabuhan, termasuk pembayaran retribusi, dapat terintegrasi dengan sistem yang lebih modern. Hal ini dinilai akan semakin memudahkan masyarakat sekaligus mendukung perkembangan layanan publik di daerah.
Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, Pelabuhan Kayan II kini perlahan menunjukkan wajah baru yang lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat. (Lia)

