Tanjung Redeb – Upaya memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Berau kembali ditegaskan melalui rencana besar Dekranasda untuk menghadirkan pusat pemasaran terpadu, termasuk pendirian UMKM Center dan Rumah Tenun Berau sebagai wadah khusus bagi produk pengrajin lokal.
Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, menilai bahwa kemampuan para pengrajin dan desainer lokal harus disertai ruang pemasaran yang memadai agar daya jual mereka meningkat signifikan. Ia mengungkapkan bayangan jangka panjang mengenai pembangunan Rumah Tenun Berau yang bisa menjadi etalase tetap bagi produk lokal.
“Kalau setiap kecamatan ada dua pengrajin, dari 13 kecamatan saja sudah ada 26 pengrajin. Bayangkan kalau masing-masing menampilkan beberapa lembar kain, sudah berapa ratus produk yang bisa dipamerkan di satu tempat,” ungkapnya.
Edy menegaskan bahwa pusat pemasaran seperti itu akan memberi kemudahan bagi tamu, wisatawan, pegawai pemerintah, hingga sektor swasta untuk menjadikan Rumah Tenun sebagai rujukan belanja produk khas daerah. Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar dapat merealisasikan rencana UMKM Center yang sudah beberapa kali dibahas.
“Kalau lahannya beberapa hektar, cukup ambil beberapa ratus meter saja untuk Rumah Tenun. Yang mengisi adalah para peserta pelatihan hari ini,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keberanian UMKM untuk terus mencoba dan menghasilkan produk berkualitas. Menurutnya, dukungan pendanaan dan ruang promosi yang disiapkan pemerintah akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Berau.
Berdasarkan data yang ia sebutkan, lebih dari 70 persen kekuatan ekonomi daerah ditopang oleh sektor UMKM, terutama saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Edy menyinggung bahwa banyak perusahaan di Berau memiliki kapasitas CSR hingga miliaran rupiah setiap tahun dan dapat mengambil peran nyata mendukung pertumbuhan UMKM. “Jangan pelit-pelit. Ini bukan uang pribadi, tapi dana yang digerakkan untuk masyarakat,” katanya.
Dengan dorongan kuat Dekranasda dan harapan agar pemerintah segera mengeksekusi UMKM Center, Berau diharapkan memiliki ruang promosi permanen yang mampu mendongkrak nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai pilar utama ekonomi daerah. (Dvn).


