TANJUNG SELOR – Ratusan warga memadati kawasan Tugu Cinta Damai, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, sejak Jumat pagi (13/3) sekitar pukul 09.00 WITA.

Mereka datang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Polda Kalimantan Utara.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Warga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan beras, minyak goreng, dan telur yang dijual dengan harga terjangkau.

Tidak butuh waktu lama, hanya sekitar dua jam, ratusan sak beras serta ratusan liter minyak goreng dan telur yang disediakan langsung habis dibeli masyarakat.

Salah satu warga Jalan Jelarai Raya, Selvi, mengatakan ia datang sejak pagi agar bisa mendapatkan bahan pokok tersebut.

Menurutnya, harga yang ditawarkan dalam kegiatan pasar murah ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Ia mengaku bersyukur masih kebagian membeli beras dan minyak goreng. Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP ukuran 5 kilogram dijual seharga Rp50 ribu. Sementara minyak goreng dijual Rp15 ribu per liter dan telur Rp15 ribu untuk 10 butir.

“Ya tadi pagi saya datang dan syukurnya dapat minyak goreng dan beras. Harganya cukup terjangkau dan sangat murah,” ujar Selvi.

Ia berharap pasar murah seperti ini dapat kembali dilaksanakan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan harga bahan pokok biasanya ikut naik.

“Kalau bisa ada lagi gerakan pasar murah seperti ini karena sangat membantu masyarakat,” tambahnya.

Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah serta kepolisian untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan kenaikan harga di pasaran menjelang Lebaran.

Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan operasi pasar yang digelar di beberapa lokasi di wilayah Kalimantan Utara.

“Hari ini kita menggelar gerakan pangan murah dalam rangka operasi pasar di wilayah Polda Kaltara. Ada lima titik yang kita laksanakan, salah satunya di Polda Kaltara yang bergabung dengan Polresta Bulungan,” ujarnya.

Menurutnya, pasar murah yang dilakukan untuk menekan harga terutama jelang Hari Raya Idul Fitri dimana sejumlah kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan tidak stabil.

Karena itu, kepolisian turut hadir untuk membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di wilayah Kalimantan Utara.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Kaltara menyalurkan sebanyak 12 ton beras murah kepada masyarakat. Beras tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu untuk setiap kemasan 5 kilogram.

“Kami menyalurkan beras murah sebanyak 12 ton dengan harga Rp50 ribu per 5 kilogram. Ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya.

Djati juga menambahkan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah ini telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dan akan terus dilaksanakan hingga target yang ditetapkan oleh Mabes Polri tercapai.

“GPM ini sudah kita laksanakan sejak kemarin dan akan terus berjalan sampai target yang ditentukan Mabes Polri tercapai, yaitu sebanyak 20 ton beras,” ungkapnya.

Selain beras, pihaknya juga disediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur.

Semua bahan pangan itu dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang berlaku di pasar.

Dengan GPM tentu diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang perayaan Idul Fitri ketika permintaan bahan pokok biasanya meningkat. (Lia)