TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp8,6 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tanjung Palas Barat pada tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada peningkatan jalan dan rehabilitasi jembatan guna membuka akses wilayah serta memperkuat konektivitas antar desa.
Selama beberapa tahun terakhir, kondisi infrastruktur jalan menuju wilayah hulu Sungai Kayan kerap dikeluhkan masyarakat karena minimnya penanganan. Menjawab persoalan tersebut, pemerintah daerah kini mulai melakukan percepatan pembangunan di sejumlah titik strategis.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih terbatas aksesnya.
“Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tahun ini, kita gelontorkan lebih dari Rp8 miliar untuk infrastruktur di Tanjung Palas Barat. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar mobilitas warga,” ujarnya saat menghadiri pelantikan Satlinmas di Tanjung Palas Barat, Selasa (28/4/2026).
Adapun rincian anggaran yang dialokasikan melalui APBD 2026 meliputi peningkatan Jalan Gunung Seriang–Peso (STA Gunung Ilanun) sebesar Rp6,94 miliar. Selain itu, peningkatan jalan lingkungan di Desa Long Sam sebesar Rp935,9 juta, serta peningkatan jalan simpang poros Peso menuju Merukau di Desa Long Sam sebesar Rp559 juta lebih.
Pemerintah juga menganggarkan rehabilitasi jembatan di RT 3 Desa Long Sam senilai Rp128 juta lebih, serta peningkatan jalan di RT IV Desa Long Beluah sebesar Rp113 juta lebih. Secara keseluruhan, total pagu anggaran mencapai Rp8.686.029.513.
Menurut Syarwani, pembangunan infrastruktur ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya dalam kemudahan akses, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan akses jalan yang baik, masyarakat lebih mudah menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, hingga pasar. Biaya distribusi bisa ditekan dan aktivitas ekonomi, terutama sektor pertanian, dapat berkembang lebih cepat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung dan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
“Kita ingin pembangunan ini berjalan transparan dan benar-benar dirasakan manfaatnya. Dukungan masyarakat sangat penting agar semua program bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (Lia)

