TANJUNG SELOR – Suasana Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, menjelang Lebaran tahun ini belum menunjukkan keramaian seperti tahun-tahun sebelumnya.

Memasuki H-4 Idulfitri, aktivitas jual beli di pasar tersebut terpantau masih lengang.

Pantauan di lapangan menunjukkan lapak pedagang kue kering hingga pakaian belum dipadati pembeli.

Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada periode yang sama pasar biasanya sudah ramai oleh masyarakat yang berbelanja kebutuhan hari raya.

Salah satu pedagang kue kering dan snack, Suryani, mengaku jumlah pembeli hingga H-4 Lebaran masih tergolong sepi, termasuk di lapak miliknya.

Ia mengatakan, biasanya menjelang hari raya, kue-kue yang dijual cepat habis diborong pembeli. Namun tahun ini pergerakan penjualan belum terlalu terasa.

“Biasanya kalau sudah mendekati Lebaran, orang lewat saja sudah sulit karena ramainya pengunjung. Sekarang masih longgar,” ujarnya, saat diwawancara IT-News.id, Selasa (17/3).

Suryani menjelaskan, ia mulai berjualan sekitar sepekan sebelum Lebaran dengan menjual berbagai kue kering titipan dari produsen.

Pada tahun-tahun sebelumnya, stok kue kering biasanya cepat habis sebelum hari raya. Namun kondisi tersebut belum terlihat tahun ini.

Ia menduga salah satu penyebab sepinya pembeli karena sebagian masyarakat kemungkinan belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR), sehingga aktivitas belanja belum meningkat.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang pakaian, Sarmini. Menurutnya, jumlah pengunjung pasar tahun ini menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Kalau tahun kemarin, kondisi seperti ini sudah sesak pengunjung. Sekarang masih longgar,” katanya.

Sarmini menuturkan, biasanya menjelang H-3 Lebaran pasar sudah mulai ramai oleh pembeli yang mencari pakaian baru, terutama model gamis yang sedang tren. Namun hingga saat ini minat beli masyarakat masih belum tinggi.

Penurunan jumlah pembeli juga berdampak pada omzet penjualan. Ia mengaku pada tahun-tahun sebelumnya modal dagangan yang mencapai sekitar Rp50 juta umumnya dapat kembali bahkan menghasilkan keuntungan selama musim Lebaran.

Sementara tahun ini, untuk mengembalikan modal saja masih belum pasti.

“Kalau tahun-tahun lalu biasanya bisa kembali modal. Sekarang syukur kalau bisa kembali setengahnya,” ujarnya.

Sarmini juga menilai perubahan pola belanja masyarakat turut memengaruhi kondisi pasar. Banyak pembeli kini beralih berbelanja secara online, sehingga transaksi langsung di pasar tradisional berkurang.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap kondisi pasar akan membaik dalam beberapa hari ke depan menjelang Hari Raya Idulfitri. Mereka berharap lonjakan pembeli masih bisa terjadi di detik-detik terakhir sebelum Lebaran. (Lia)