BERAU — Seorang pemuda berusia 25 tahun yang sempat dilaporkan hilang saat berburu di kawasan hutan Sambarata–Tasuk akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Minggu (14/4/2026).

Korban ditemukan setelah menjalani pencarian selama tiga hari oleh tim gabungan bersama pihak keluarga. Sebelumnya, korban diketahui berangkat berburu bersama dua rekannya. Namun saat berada di dalam hutan, ketiganya memutuskan untuk berpencar.

Setelah waktu yang disepakati untuk berkumpul kembali terlewati, korban tak kunjung muncul. Dua rekannya kemudian memutuskan kembali dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga serta instansi terkait.

Koordinator Unit Siaga SAR Berau, Ari Triyanto, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan sejumlah unsur begitu menerima laporan kehilangan.

“Kami menerima laporan adanya warga yang belum kembali dari aktivitas berburu. Informasinya korban berpencar dari rombongan dan tidak kembali hingga batas waktu yang ditentukan,” ujarnya, Senin (14/4/2026).

Sebelum tim gabungan melakukan pencarian secara maksimal, pihak keluarga lebih dulu melakukan pencarian mandiri. Kakak korban akhirnya menjadi orang pertama yang menemukan keberadaan korban di dalam hutan.

Setelah lokasi dipastikan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Berau, TNI AD, dan SAR langsung melakukan proses evakuasi.

Ari mengungkapkan, proses pencarian dan evakuasi tidak berjalan mudah. Tim harus menghadapi medan yang berat serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Tim sempat terkendala hujan deras dan akses jalan yang rusak parah. Meski begitu, personel tetap berupaya masuk ke lokasi sejak pagi,” jelasnya.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas akibat kekurangan makanan selama terjebak di dalam hutan. Meski demikian, secara umum kondisi kesehatannya dinyatakan stabil.

“Kondisi korban sehat, hanya mengalami kelaparan. Saat ini sudah kami evakuasi dan diserahkan kembali kepada keluarga,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan, terutama dengan tetap menjaga komunikasi dan tidak berpencar tanpa perencanaan matang.