JAKARTA – 325 petugas haji dilaporkan belum menerima visa keberangkatan haji 2026, bahkan sebagian terancam batal berangkat menjelang jadwal akhir April. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyebut permasalahan tersebut disebabkan oleh kendala teknis.
Irfan menyampaikan, pemerintah saat ini tengah melakukan investigasi guna memastikan persoalan tersebut segera terselesaikan sehingga tidak mengganggu proses keberangkatan. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers bersama Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
“Memang ada laporan, kalau saya sampaikan tadi, semua jemaah sudah keluar visanya. Petugas haji ada beberapa puluh, ada 325 yang belum keluar visanya,” ungkapnya, dikutip dari Detik.com, Jumat (16/4/2026).
Ia menjelaskan, Kementerian Haji telah melakukan pengecekan dan investigasi terkait keterlambatan penerbitan visa tersebut. Dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa kendala terjadi pada aspek teknis dalam proses pengajuan.
Menurutnya, masalah tersebut antara lain disebabkan ketidaksesuaian data yang diinput, termasuk kualitas foto paspor yang tidak memenuhi standar yang ditentukan.
“Kita cek, kita investigasi, kendala teknis. Kendala teknis itu mungkin kita memasukkan datanya ini kurang jelas, waktu memfoto paspornya kurang sesuai dengan standar,” ujarnya.
Meski demikian, Irfan memastikan pihaknya akan segera menuntaskan persoalan tersebut agar para petugas haji tetap dapat berangkat sesuai jadwal.
“Tapi kita kejar itu mereka bisa berangkat pada waktunya. Dan kami sudah tahu itu, kita mendapatkan laporan tentang kendala yang dialami beberapa petugas haji kita,” tegasnya.

