TANJUNG REDEB – Atmosfer emosional menyelimuti Bumi Batiwakal pada Sabtu malam (18/4). Unit modern rock asal Bandung, For Revenge, sukses mengguncang panggung utama event Mak Dendang yang digelar di Lapangan THR, Jalan Diponegoro, Berau.
Ribuan penonton sudah memadati area festival sejak sore hari. Tak hanya warga lokal Berau, banyak penggemar yang rela menyeberang dari Kalimantan Utara (Kaltara) demi menyaksikan idola mereka.
Puncaknya, pada pukul 21.34 WITA, teriakan histeris pecah saat Boniex Noer (vokal) dan kawan-kawan naik ke atas panggung.
Daya tarik For Revenge memang luar biasa. Eric, seorang pemuda asal Bulungan, mengaku sengaja menempuh perjalanan jauh hanya untuk melihat aksi panggung Boniex cs secara langsung.
“Saya dari Bulungan, jauh-jauh datang memang mau nonton For Revenge. Akhirnya penantian ini terbayar lunas! Lagu-lagunya enak banget didengar live, apalagi pas lagu ‘Penyangkalan’, semuanya pecah!” ujar Eric dengan penuh semangat.
Selama hampir satu jam, For Revenge membawakan sekitar 10 lagu hits yang menjadi “lagu wajib” para pejuang patah hati, di antaranya: Perayaan Patah Hati, Bandung, Jakarta Hari Ini, Sadrah, Satu-Persatu dan Penyangkalan (Lagu penutup)
Ada momen menarik di tengah konser. Sang vokalis, Boniex Noer, tampil memukau dengan mengenakan Batik khas Berau hasil karya penjahit lokal. Ia mengaku terkesan dengan sambutan hangat masyarakat pada kunjungan pertamanya ke Berau ini.
“Ini pertama kalinya kami menginjakkan kaki di Bumi Batiwakal. Masyarakat di sini asyik banget! Kayaknya kita harus kembali lagi ke sini,” ungkap Boniex di sela-sela lagu.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada penyelenggara, “Tepuk tangan untuk Mak Dendang. Terima kasih masyarakat Berau, hari ini kami pakai batik khas Berau buatan Penjahit Nisa.” Sebutnya.
Meski sukses besar, penonton berharap ada perbaikan fasilitas di masa mendatang. Eric memberikan catatan terkait kondisi lapangan yang becek akibat cuaca, yang sedikit menghambat kenyamanan penonton.
“Semoga ke depannya lapangannya lebih bagus dan tidak becek. Mungkin panitia bisa menyediakan lokasi yang lebih strategis atau alas yang memadai agar penonton lebih nyaman,” harapnya.
Secara keseluruhan, kehadiran For Revenge di Mak Dendang menjadi salah satu magnet hiburan terbesar di Berau tahun ini. Konser ditutup dengan megah lewat lagu Penyangkalan, membuktikan bahwa musik emo-rock masih memiliki tempat spesial di hati masyarakat Kalimantan. (Lia)

