TANJUNG SELOR – Kenaikan harga LPG non-subsidi ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram yang ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) sejak 18 April mulai berlaku di berbagai wilayah Indonesia. Namun, di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kenaikan tersebut belum sepenuhnya diterapkan di tingkat agen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu agen LPG di Jalan Akbar, Tanjung Selor, masih menjual LPG non-subsidi dengan harga lama. Hal ini disebabkan agen tersebut belum melakukan pembelian stok baru sejak kebijakan kenaikan harga diumumkan.
Manajer Agen Mitra Brilian Mandiri (MBM), Reby Sehan, menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan harga terbaru karena belum mengetahui harga dari pengisian.
“Kami hari ini, Senin, 20 April, belum ada membeli. Jadi kami belum tahu harga di pengisian itu berapa. Nanti setelah mengisi, baru bisa ditentukan harga jualnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, belum adanya pembelian stok baru membuat pihaknya belum bisa menetapkan harga jual LPG non-subsidi kepada pangkalan maupun masyarakat.
Meski demikian, Reby mengakui bahwa informasi kenaikan harga dari pusat sudah diterima oleh pihak agen. Namun, penerapan di lapangan masih menunggu kepastian harga dari distribusi.
“Kenaikan dari pusat memang sudah kami ketahui, tapi karena belum ada pengisian, kami belum bisa memastikan harga terbaru yang akan dijual,” jelasnya.
Sebelum kenaikan, harga LPG non-subsidi ukuran 5 kilogram di tingkat pengisian berada di kisaran Rp86.200 dan dijual ke pangkalan sekitar Rp120.000. Sementara itu, untuk ukuran 12 kilogram sebelumnya berada di kisaran Rp250.000 per tabung.
“Sebelumnya ukuran 5 kilogram di pengisian Rp86.200, dijual ke pangkalan Rp120.000. Untuk 12 kilogram sekitar Rp250 ribu hingga saat ini, Namun Setelah ada kenaikan, kami belum bisa memastikan karena belum melakukan pembelian,” tambahnya.
Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak hingga ke tingkat pangkalan dan konsumen. Namun, untuk sementara, kondisi di Bulungan masih relatif stabil karena stok lama masih tersedia.
Terkait ketersediaan, pihak agen juga belum dapat memastikan jumlah stok terbaru karena belum melakukan pengisian ulang.
Dalam kondisi normal, satu agen dapat mengangkut sekitar 500 tabung LPG ukuran 5 kilogram dan 200 tabung ukuran 12 kilogram untuk didistribusikan ke wilayah sekitar.
“Stok saat ini belum bisa kami pastikan, karena belum ada pengisian. Biasanya sekali angkut sekitar 500 tabung 5 kilogram dan 200 tabung 12 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang sambil menunggu kepastian harga terbaru setelah distribusi berikutnya dilakukan. (Lia)

