TANJUNG SELOR – Kondisi infrastruktur jalan menuju wilayah Hulu Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang menghubungkan tiga Kecamatan Tanjung Palas Barat, Peso, dan Peso Hilir belum seluruhnya beraspal sehingga masih menyulitkan warga, terutama saat musim hujan.
Meski pemerintah daerah telah melakukan peningkatan jalan menggunakan agregat di sejumlah titik, masyarakat menilai upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan yang terjadi. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, jalan berubah menjadi licin sehingga kendaraan sulit melintas.
Warga Desa Long Beluah, Hadi, mengatakan kondisi jalan dari desanya menuju Tanjung Selor masih jauh dari harapan. Menurutnya, perbaikan berupa penimbunan agregat memang sudah dilakukan pada ruas Mara 1–Long Beluah, namun hasilnya belum memberikan dampak yang signifikan ketika hujan.
“Walaupun kemarin ruas Mara 1–Long Beluah sudah diagregat, tetap saja kalau hujan kendaraan sulit lewat. Apalagi bus Damri maupun kendaraan travel, hampir tidak bisa melintas,” kata Hadi saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk menuju ibu kota kabupaten. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalur tersebut juga menjadi jalur distribusi kebutuhan pokok dan berbagai keperluan masyarakat di wilayah hulu.
Karena itu, Hadi berharap pemerintah segera melakukan peningkatan jalan secara permanen melalui pengaspalan. Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menghadapi kondisi jalan yang rusak.
“Semoga jalan Tanjung Selor–Long Beluah segera diaspal. Dari tahun 2012 sampai sekarang, tahun 2026, kami masih merasakan kesulitan. Angkutan sembako juga sering terhambat karena kondisi jalan yang sulit dilalui. Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bulungan, Adriani, mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya meningkatkan kondisi jalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Ia menjelaskan, pada tahun 2027 pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan ruas Jalan Bukit Ilanun di Kecamatan Tanjung Palas Barat dengan nilai lebih dari Rp6 miliar. Selain itu, terdapat sejumlah pekerjaan peningkatan di beberapa titik jalan menuju wilayah Hulu Sungai Kayan dengan total anggaran sekitar Rp10 miliar.
“Untuk peningkatan ruas Jalan Bukit Ilanun anggarannya lebih dari Rp6 miliar. Jika ditambah beberapa titik jalan menuju Hulu Sungai Kayan, total anggarannya sekitar Rp10 miliar,” ujar Adriani.
Namun demikian, ia mengakui anggaran tersebut belum mampu menangani seluruh ruas jalan yang masih membutuhkan peningkatan. Oleh sebab itu, pekerjaan tahun ini dan 2027 diprioritaskan pada ruas Bukit Ilanun menuju Mara 1 serta beberapa titik lainnya yang dinilai paling membutuhkan penanganan.
Menurut Adriani, program peningkatan infrastruktur jalan pada tahun 2026 tetap berjalan dan tidak terkena efisiensi anggaran. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan tahapan administrasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Kami sudah mempersiapkan pelaksanaannya, hanya saja proses pengadaan barang dan jasa belum dilakukan karena baru selesai review dari Inspektorat,” jelasnya.
Sementara untuk ruas jalan yang belum dapat ditangani tahun ini, Dinas PUPR akan kembali mengusulkan anggarannya pada perubahan anggaran maupun dalam rencana kerja tahun 2027.
“Kalau yang belum tertangani, akan kami usulkan pada perubahan anggaran dan tahun 2027 karena sudah masuk dalam Renja RKPD,” pungkasnya. (Lia)

