BERAU – Ancaman sarang tawon vespa di kawasan pemukiman kembali memicu kekhawatiran masyarakat. Guna menghindari risiko sengatan yang lebih luas, warga berinisiatif melaporkan keberadaan serangga berbahaya tersebut kepada Disdamkarmat Berau untuk dievakuasi, Jumat (24/4/2026).

Kehadiran sarang serangga pemangsa tersebut dilaporkan oleh seorang warga bernama Iyan Gimbal, setelah diketahui adanya satu warga yang menjadi korban sengatan.

Keberadaan sarang tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas dan mengancam keselamatan warga sekitar.

Laporan awal diterima oleh Markas Komando (Mako) Disdamkarmat Berau pada pukul 11:25 WITA.

Namun, mengingat karakteristik tawon yang lebih agresif di siang hari dan demi keamanan lingkungan, evakuasi baru dilaksanakan pada malam hari.

Tim Rescue tiba di lokasi dengan membawa peralatan pendukung lengkap. Personel berhasil mengamankan sarang tawon dan memastikan area kembali steril dari ancaman sengatan.

Dalam operasi penyelamatan non-kebakaran ini, sebanyak 7 personel rescue dikerahkan ke lapangan dengan dukungan satu unit peralatan operasional khusus.

Petugas pelaksana Disdamkarmat Berau, Indra Sabti, mengonfirmasi bahwa penanganan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Kami bergerak cepat setelah melakukan persiapan sarana dan prasarana. Fokus utama adalah mengeliminasi gangguan aktivitas warga, apalagi sudah ada laporan warga yang tersengat,” ujar Indra dalam laporannya.

Pihak Disdamkarmat Berau mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mencoba menangani sarang tawon secara mandiri, terutama jika sarang sudah berukuran besar dan berada di area pemukiman padat. (akti)