BERAU — Kehebohan warga di kawasan Jalan STM Aminuddin, RT 10, Kelurahan Sambaliung, Kabupaten Berau pada Minggu (17/5) sore. Keberadaan ular besar ataupun reptil liar kerap dikhawatirkan muncul, namun kali ini warga dikejutkan oleh penyusupan seekor biawak berukuran cukup besar yang masuk ke area dalam rumah salah seorang warga sekitar.

Reptil tersebut diketahui menyelinap masuk ke rumah nomor 21 milik warga setempat bernama Nursikin saat kondisi lingkungan sekitar sedang cerah.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi, Alimi, mengatakan kehadiran hewan liar yang bergerak bebas di dalam ruangan tersebut sontak memicu kepanikan seluruh penghuni rumah yang khawatir akan potensi bahaya dari hewan pemburu tersebut.

“Biawak itu tiba-tiba saja sudah ada di dalam ruangan dan bergerak bebas. Karena takut dan khawatir nanti malah menyerang atau menggigit anggota keluarga, saya memilih tidak bertindak sendiri dan langsung menelepon pihak Damkar untuk meminta bantuan evakuasi,” ungkap Alimi

Laporan berkode penyelamatan non-kebakaran yang masuk pada pukul 16.15 WITA itu langsung direspons cepat oleh petugas piket yang berada di markas komando utama.

Tanpa membuang waktu, operator pusat komando segera mengerahkan Tim Rescue yang saat itu tengah bersiaga untuk segera meluncur ke titik koordinat lokasi kejadian di Kecamatan Sambaliung.

Dalam operasi pengamanan satwa ini, sebanyak lima personel gabungan dari Regu 1 dan Regu 4 Disdamkarmat Berau diterjunkan ke lapangan. Tim penyelamat tersebut berangkat dengan membawa satu unit armada mobil peralatan khusus yang dirancang untuk menangani berbagai insiden kedaruratan lingkungan dan evakuasi satwa liar.

“Begitu menerima informasi penyelamatan non-kebakaran ini, tim rescue yang sedang bersiaga langsung kami instruksikan untuk bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan peralatan lengkap,” ujar Kasi Penyelamatan Dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Alimi.

Setibanya di lokasi kejadian, petugas langsung melakukan koordinasi singkat dengan pemilik rumah guna memetakan posisi terakhir persembunyian biawak tersebut. Dengan persiapan sarana yang matang serta alat penjepit khusus (snake tong/animal catcher), personel mulai merangsek masuk melakukan penyisiran.

Proses penangkapan reptil ini berlangsung cukup dramatis namun terukur karena kesigapan para personel di lapangan yang sudah terlatih menghadapi situasi serupa.

Ruang gerak biawak tersebut berhasil dipersempit oleh petugas hingga akhirnya hewan liar itu dapat dilumpuhkan tanpa mengalami cedera yang berarti.

Secara keseluruhan, operasi evakuasi berjalan sangat singkat dan efisien, yakni hanya memakan waktu sekitar lima menit hingga pukul 16.20 WITA.

“Alhamdulillah, hewan liar tersebut telah berhasil diamankan sepenuhnya. Satwa hasil evakuasi ini nantinya akan kami lepaskan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari jangkauan area pemukiman penduduk,” tutup Alimi.