BERAU, IT-NEWS.ID – Di tengah keluhan masyarakat terkait dugaan praktik rekrutmen tenaga kerja melalui jalur “orang dalam”, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau menegaskan bahwa pola penerimaan seperti itu tidak dibenarkan karena berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan bertentangan dengan prinsip ketenagakerjaan yang adil.
Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, mengatakan setiap pencari kerja memiliki hak yang sama untuk bersaing memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan dan kualifikasi. Karena itu, perusahaan diminta tidak memberikan perlakuan khusus kepada pihak tertentu dalam proses perekrutan.
“Kita harapkan jangan sampai ada praktik seperti itu. Karena dapat menimbulkan ketimpangan dan kecemburuan. Semua harus mengikuti mekanisme yang berlaku, boleh bersaing tetapi tidak boleh ada jalur orang dalam,” ujarnya, Kamis (18/06/2026).
Meski menegaskan larangan tersebut, Disnakertrans mengaku hingga saat ini belum menemukan adanya pelanggaran yang dapat ditindak. Bahkan ketika ditanya mengenai sanksi bagi perusahaan yang terbukti melakukan rekrutmen tidak transparan, Anang menyebut perlu melihat dasar hukum dan bukti pelanggaran yang terjadi.
Di sisi lain, Disnakertrans kembali mengingatkan agar perusahaan menyampaikan informasi lowongan kerja melalui dinas agar dapat dipublikasikan secara terbuka melalui kanal resmi pemerintah, termasuk media sosial dan website Disnakertrans. Langkah itu dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan dan mencegah munculnya kesan bahwa lowongan hanya beredar di kalangan tertentu.
“Nantikan kerjasama untuk disampaikan lewat Instagram dan website Dinaskertras,” Jawabnya.
Namun demikian, keterbukaan dunia usaha dalam proses rekrutmen masih menjadi PR. Anang mengakui pelaksanaan job fair di Berau selama ini masih bersifat terbatas karena belum semua perusahaan dan pelaku investasi yang beroperasi di daerah membuka kebutuhan tenaga kerjanya secara terbuka kepada publik.
“Karna itu tadi, job fair yang ada di Berau ini masi kategori terbatas. Banyak perushan yang belum membuka diri untuk turut mengikuti Job Fair itu,” Ungkapnya

