TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang mendadak mengumpulkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (14/7).
Pertemuan tersebut tidak lain karena sejumlah pembahasan penting yang dibahas yang mana mulai dari, Kejati Kaltara, Kapolda Kaltara, Ketua PT, Kepala PA, Kepala BNP hingga Dandrem 092 Maharajalila dan Danlanud Anang Busra Tarakan.
Pertemuan yang memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam mendukung pembangunan serta menjaga keamanan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah Forkopimda memaparkan perkembangan program dan tugas yang telah berjalan, mulai dari sektor pertahanan, keamanan, hingga pemberantasan narkoba.
Pertama datang dari Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen TNI Muhammad Sjahroni, mengatakan kondisi keamanan di Kaltara hingga saat ini masih tergolong aman dan kondusif. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi modal penting untuk mendukung pembangunan.
“Selama saya bertugas di Kaltara, situasi keamanan masih relatif kondusif. Tentu masih ada beberapa persoalan, tetapi secara umum tetap terkendali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TNI terus memperkuat pertahanan di wilayah Kaltara dengan pembangunan beberapa batalyon teritorial di Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), dan Malinau. Selain itu, pembangunan markas latihan dan fasilitas pendukung di wilayah Nunukan juga terus berjalan.
Danrem menambahkan, TNI juga terus melaksanakan pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang sekitar 1.038 kilometer melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan Malaysia, guna menjaga stabilitas kawasan perbatasan.
Sementara itu, Komandan Lanud Anang Busra Tarakan Marsma TNI Andreas A. Dhewo menyampaikan bahwa TNI Angkatan Udara terus memperkuat kemampuan pertahanan udara di Kaltara. Penguatan tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan Lanud Anang Busra dalam mendukung sistem pertahanan nasional di wilayah perbatasan.
Di bidang pemberantasan narkoba, Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kaltara Kombes Pol Abdul Hasyim mengatakan wilayah perbatasan masih menjadi perhatian utama karena rawan dijadikan jalur masuk narkotika dari luar negeri.
Menurutnya, pihaknya telah memperkuat koordinasi dengan aparat di Malaysia melalui pertukaran informasi guna menekan peredaran narkoba lintas negara.
“Kerja sama dengan berbagai pihak terus kami lakukan agar peredaran narkoba dapat dicegah sejak dari wilayah perbatasan,” katanya.
Ia menyebutkan, selama beberapa waktu terakhir aparat gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika, di antaranya pengungkapan kasus sabu seberat 1 kilogram, 3 kilogram, serta ganja asal Thailand dengan barang bukti beberapa kilogram.
Menanggapi berbagai laporan tersebut, Gubernur Zainal A. Paliwang menegaskan bahwa pertemuan Forkopimda tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kaltara.
Ia berharap seluruh unsur Forkopimda terus menjaga kekompakan dan meningkatkan sinergi, termasuk antara Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi, terutama dalam mengawasi aktivitas perusahaan yang beroperasi di Kaltara.
“Saya berharap Kejati dan Polda terus bersinergi, termasuk dalam memantau perusahaan agar lebih banyak memberdayakan vendor-vendor lokal. Jika pelaku usaha lokal dilibatkan, maka perputaran ekonomi di Kaltara akan semakin meningkat,” ujar Zainal.
Ia menambahkan, kolaborasi seluruh unsur Forkopimda menjadi kunci untuk menjaga keamanan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap melalui pertemuan ini sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik demi kemajuan Kalimantan Utara,” tutupnya. (Lia)

