TANJUNG SELOR — Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bulungan mulai mengganggu jarak pandang dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan pernapasan masyarakat.

Dokter spesialis paru, dr. Fadlun, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Menurutnya, asap karhutla dapat membawa berbagai zat berbahaya yang tidak diketahui masyarakat, tergantung dari material yang terbakar.

“Tentu akibat menghirup kabut asap pasti akan mengganggu sistem pernapasan kita, terutama anak-anak dan lanjut usia (Lansia). Kita tidak mengetahui apa saja yang terbakar dan bahayanya bagi tubuh,” ujar Fadlun, Sabtu (15/8)

Ia menjelaskan, paparan asap dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Namun, ia memahami bahwa tidak semua orang dapat sepenuhnya menghindari paparan asap karena harus bekerja maupun bersekolah.

Karena itu, Fadlun meminta masyarakat melakukan perlindungan diri, salah satunya dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah.

“Kalau ingin menghindar, kita harus berada di dalam rumah, semua pintu ditutup dan jangan ada celah asap masuk. Tapi tidak mungkin bagi kita yang bekerja dan anak-anak yang sekolah. Yang bisa dilakukan saat ini adalah proteksi diri,” katanya.

FOTO 2:Kabut Asap dari Gunung KNPI Bulungan, tampak kabut asap dari Kejauhan di pusat Ibu Kota Kaltara.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan masker dengan perlindungan yang lebih baik, seperti masker dengan tiga lapisan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi tersebut dinilai semakin perlu diwaspadai karena cuaca ekstrem dan meningkatnya keluhan gangguan pernapasan dalam sepekan terakhir. Fadlun mengatakan, angka kejadian eksaserbasi yang jika disebut dalam istilah medis perburukan gejala suatu penyakit kronis secara tiba-tiba atau ganguan pernafasan yang cukup meningkat.

“Pasien datang dan tidak ada perbaikan. Kita tanyakan, misalnya, kerjanya apa. Kalau aktivitasnya di luar, tentu asap akan terus terhirup dan ini membuat kondisinya sulit membaik,” jelasnya.

Fadlun pun mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki keperluan mendesak. Jika harus keluar, masyarakat diminta menggunakan masker dan menjaga kondisi tubuh.

“Kalau tidak terlalu penting, jangan melakukan aktivitas di luar. Kalau harus keluar, gunakan masker dan jaga daya tahan tubuh. Sebab, jika daya tahan tubuh bagus, penyakit akan lebih sulit masuk,” pungkasnya. (Lia)