BERAU, IT-NEWS.ID – Sebuah kapal nelayan tenggelam setelah menabrak karang di perairan Karang Belakang Masimbung, Kampung Pulau Derawan, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.
Insiden tersebut terjadi saat kapal dalam perjalanan dari Maratua menuju Tanjung Batu. Kapal yang membawa juragan bersama anggota keluarganya itu tiba-tiba menghantam karang hingga mengalami kebocoran dan akhirnya karam.
Beruntung, seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi ke Kampung Pulau Derawan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan juragan kapal, Muhammadjim (32), kondisi perjalanan awalnya berjalan aman. Namun, saat berada di sekitar lokasi kejadian, ia meninggalkan kemudi sejenak untuk mengambil rokok.
Dalam kondisi tersebut, kapal kemudian tanpa diduga menabrak karang. Juragan mengaku sebelumnya memperkirakan posisi kapal masih berada di perairan yang cukup dalam.
Situasi semakin menyulitkan karena kondisi cuaca saat kejadian diselimuti kabut tebal sehingga jarak pandang menjadi terbatas.
Menyadari kapal mulai karam, juragan langsung berupaya menyelamatkan keluarganya. Pelampung diberikan kepada istri dan anak-anaknya, sementara ia mengambil telepon seluler untuk menghubungi rekannya guna meminta pertolongan.
Juragan kemudian keluar dari kapal dan mencari bagian kapal yang dianggap lebih tinggi untuk menyelamatkan diri hingga bantuan datang.
Kapolsek Derawan Polres Berau, AKP Rakhmad, membenarkan adanya kejadian kapal nelayan tenggelam di perairan Pulau Derawan tersebut.
“Benar, telah terjadi laka laut yang mengakibatkan satu kapal nelayan tenggelam setelah menabrak karang. Seluruh delapan orang yang berada di kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” ujar AKP Rakhmad.
Menurutnya, seluruh korban saat ini telah berada di Kampung Pulau Derawan untuk mendapatkan perawatan di rumah kerabat.
Adapun delapan orang yang berada di kapal tersebut yakni Muhammadjim (32), Siti (47), serta enam anak masing-masing M. Fajrin (4), M. Arjuna (10), M. Fajar (7), M. Rasja (12), M. Apdal (9), dan M. Arip (16).
Seluruhnya diketahui merupakan warga Kampung Bohe Silian, Kecamatan Pulau Maratua, Kabupaten Berau.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian mengingat jalur perairan di kawasan Kepulauan Derawan memiliki sejumlah titik karang yang harus diwaspadai, terlebih ketika jarak pandang terganggu kondisi cuaca.
Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini menjadi hal yang patut disyukuri. Kecepatan korban menggunakan pelampung dan meminta bantuan turut membantu proses penyelamatan seluruh penumpang.
Sampai berita ini di turunkan, sementara juragan telah pergi bersama keluarganya meninggalkan kapal di lokasi dan sekarang masih berada di Kampung Pulau Derawan.

