SAMARINDA — Kebakaran hebat menghanguskan dua bangunan dan lima kendaraan di Jalan Hasan Basri, Gang 2, Blok C, RT 22, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya. Kepanikan pun terjadi ketika penghuni rumah bergegas keluar menyelamatkan diri.
Sejumlah warga bersama relawan langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan mesin portable sambil menunggu armada pemadam kebakaran tiba.
Salah seorang korban, Aimar, mengatakan kobaran api pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan.
“Dari atas, tiba-tiba langsung menyebar apinya,” kata Aimar.
Besarnya kobaran api membuat penghuni tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Warga hanya berupaya membawa barang penting yang mudah dijangkau, termasuk telepon seluler.
11 Mobil Damkar dan 32 Mesin Portable Dikerahkan
Petugas Disdamkarmat Samarinda bersama PMK swasta dan relawan kemudian berjibaku memutus kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Sebanyak 11 unit mobil tangki pemadam dikerahkan ke lokasi. Selain itu, terdapat 32 mesin portable milik relawan yang digunakan untuk membantu proses pemadaman.
Kabid Pemadaman Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Suprianto, mengatakan dua bangunan terdampak terdiri dari satu rumah tunggal dan satu bangsal dengan sekitar 20 pintu.
“Bangunan cukup besar dan kemungkinan materialnya mudah terbakar,” jelasnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 08.10 hingga 09.10 WITA.
Petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan penanganan. Salah satunya akses menuju lokasi yang sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam mendekati titik api.
Banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Meski demikian, petugas damkar bersama relawan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merambat ke bangunan lainnya.
Lima Kendaraan Ikut Terbakar
Selain dua bangunan, api juga menghanguskan lima kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Lima kendaraan tersebut terdiri dari satu mobil dan empat sepeda motor.
Kebakaran ini berdampak terhadap enam kepala keluarga atau 25 jiwa. Satu warga dilaporkan mengalami sesak napas saat kejadian, tetapi tidak ada korban jiwa.
Warga lainnya, Tommy, mengatakan sempat terdengar suara ledakan ketika proses pemadaman berlangsung.
Namun, suara tersebut diduga berasal dari tabung gas yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
“Api dari rumah di sini. Ada suara ledakan, tapi hanya kompor tabung gas,” ujarnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting atau arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Penyebab pasti kebakaran masih kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Akhmad.

