TANJUNG SELOR- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menimpa sejumlah daerah yang rawan di Bulungan, setidaknya menurut data badan penangunlangan bencana daerah (BPBD) Bulungan sebanyak 4 titik Kharhutla.Diantaranya Desa Tanjung Agung, Tanah Kuning, Kelurahan Tanjung Selor Timur dan Desa Apung.
Plt Kepala BPBD Bulungan, Widi Kustanto mengatakan, bahwa Kharhutla yang terjadi disejumlah titik terdampak. “Ada 4 titik yang terdampak khahutla dimana hingga sampai hari ini kita belum mengetahui apa penyebabnya, jadi untuk BPBD sendiri ketika dapat laporan selaku unit langsung lakukan pemadaman yang dibantu bpbd kaltara, kami lakukan pemadaman sampai pukul 10.00 Wita mala,” bebernya.
Pihaknya juga menyiapkan siaga untuk penguatan personil yang dipadamkan ada rumah hunian didaerah selimau dan Apung ada titik.
“Untuk sementara kita belum tahun penyebabnya, namun memang faktor cuaca salah satu penyumbang dimana hasil koordinasi dengan BMKG bahwa faktor cuaca juga sangat mendorong kharhutla sehingga kami harapkan kepada masyarakat untuk berhati jangan sampai ada pembakaran mengingat cuaca ekstrem hingga beberapa waktu kedepan,” bebernya.
Lebih lanjut ditambahkan dia bawha Kharhutla memang terjadi beberapa waktu lalu, untuk kemarin saja itu terhitung ada 4 wilayah diantaranya Tanjung Palas Utara dan Tanjung Selor Timur,” bebernya.
Kami sambung dia melakukan pemadaman atau pendinginan sebagian upaya dilakukan tim dimana selama titik api membara.
Pihaknya juga melibatkan MPA yang bisa membantu ketika didesa terbakar, kendati kharhutla cukup menghantui dan memberi rasa ketakutan pihaknya mengungkap bahwa karhutla 2026 tidak separah 2025.
“Alhamdulilah hingga Januari- Agustus tidak terlalu besar seperti tahun sebelumnya 2024 contohnya cukup tinggi kharhutla untuk tahun ini tidak seperti itu namun koordinasi terus tetap kami lakukan guna mencegah karhutla,” tegasnya.
Lalu menurut data BPBD Bulugan, di bulan Agustus 2025 sebanyak 18 kejadian kharhutla disejumlah wilayah diantaranya Tanjung Palas Timur Tanah Kuning 2 hektar lahan warga berbanding 2026 dibulan yang masuk di Agustus sebanyak 4 titik terhintung hingga 11 Agutus.
Kemudian menurut dia sasaran hutan lahan kearah timur karena akses dan daerah perkebunan, dan untuk apa kah sebab dibalik Kharhutla yang terjadi di dalam beberapa waktu terakhir secara langsung pihaknya tidak dapat menjawab terkait penyebab dan apa sebab pihaknya menjalan kewenangan sesuai dengan SOP baik itu pemadaman dan pendinginan.
“Kami hanya menjalan sesuai dengan SOP, dan tentunya kami sangat berharap jangan ada pembakaran lahan karena dampak itu berhubungan dengan kesehatan dan stop pembakaran,” pungkasnya. (Lia)

