BERAU, IT-NEWS.ID – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau 2027 diproyeksikan bakal turun hingga Rp2,4 triliun dari Rp3,4 triliun di tahun 2026

Pemeritah kabupaten belum memastikan jumlah proyek yang akan dikerjakan pada 2027 mendatang dikarenakan masi dalam tahap menginventariskan proyek yang dinilai mendesak sebelum menentukan kegiatan yang masuk dalam APBD.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, M Said, mengatakan penurunan anggaran tidak akan memengaruhi belanja pegawai.

Sementara untuk kegiatan pembangunan, ia menjelaskan pemerintah daerah akan melihat kembali tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Pertama, kita memastikan untuk belanja pegawai tidak terdampak walaupun terjadi penurunan anggaran,” ungkapnya, Senin (17/08/2026)

Untuk sektor infrastruktur, M Said menyebut pekerjaan yang dianggap sangat mendesak tetap menjadi perhatian. Namun, pelaksanaannya tidak dapat dilakukan secara luas karena keterbatasan anggaran.

“Yang kedua, untuk pekerjaan-pekerjaan yang memang sangat mendesak, infrastruktur, jalan, itu pun terbatas. Artinya kita berupaya agar memastikan kegiatan-kegiatan yang ada itu langsung berdampak ke masyarakat seperti jalan,” ujarnya.

Penyesuaian anggaran juga berdampak pada kegiatan dengan skala pekerjaan dan kebutuhan biaya yang cukup besar. Menurut M Said, pemerintah daerah memilih menunda sejumlah kegiatan tersebut.

“Tentu efisiensi ini akan berdampak pada kegiatan-kegiatan yang cukup besar. Jadi kita melakukan penundaan terhadap kegiatan-kegiatan dalam skala yang cukup besar. Dan ini kan semua daerah juga melakukan hal yang sama,” katanya.

Mengenai jumlah proyek infrastruktur yang akan masuk dalam APBD 2027, M Said belum memberikan angka maupun daftar pekerjaan. Menurutnya, pembahasan APBD masih berjalan sehingga program yang akan diprioritaskan belum ditetapkan.

“Nah ini kan masih dalam proses pembahasan di APBD. Jadi nanti kita belum bisa memastikan, tapi kita menginventarisir kegiatan-kegiatan yang sementara sangat penting dan sangat mendesak untuk kita kerjakan,” ucapnya.