Berau, it-news.id – Tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan mulai berdampak pada kondisi udara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)Berau mendeteksi adanya tutupan asap di sebagian wilayah Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Segah.
Deteksi tersebut berdasarkan analisis citra sebaran asap Satelit Himawari-9 pada pukul 14.00 WITA. Dalam citra tersebut, terlihat indikasi tutupan atau sebaran asap yang mengambang di atas sebagian wilayah kedua kecamatan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau Berau, Ade Heryadi, mengatakan pergerakan asap saat ini cenderung menuju arah utara. Kondisi tersebut berdasarkan analisis angin pada lapisan 1.000 milibar.
“Berdasarkan angin pada lapisan 1.000 milibar, pergerakan sebaran asap terpantau dominan bergerak ke arah utara,” jelasnya kepada It-news.id, Jumat (14/08/2026).
Penurunan jarak pandang juga mulai terpantau di Bandara Kalimarau berdasarkan pengamatan pada Jumat, jarak pandang mendatar berada pada kisaran 5.000 hingga 8.000 meter.
Ade mengatakan musim kemarau tahun ini berlangsung bersamaan dengan fenomena El Niño. Fenomena tersebut dapat membuat curah hujan pada periode kemarau berada di bawah normal sehingga kondisi menjadi lebih kering.
“Yang perlu menjadi perhatian bersama adalah periode musim kemarau tahun ini bersamaan dengan adanya fenomena El Niño yang mengakibatkan curah hujan pada periode kemarau menjadi di bawah normal atau lebih kering,” jelasnya.
Menurut Ade, kondisi yang lebih kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta memperbesar risiko sebaran asap apabila kebakaran tidak segera dikendalikan.
Sebaran asap yang meluas juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk transportasi udara, laut dan darat.
Sementara itu, pemantauan titik panas dan dinamika atmosfer di wilayah Berau masih dilakukan secara berkala oleh Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau Berau.

