TANJUNG SELOR – Ribuan warga memadati Kebun Raya Bundahayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kamis malam (27/8). Mereka datang bukan hanya untuk menikmati pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menyaksikan penampilan musisi ibu kota dalam perhelatan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026.
Suasana Kebun Raya Bundahayati semakin meriah ketika Pamungkas tampil di hadapan masyarakat. Ribuan penonton ikut bernyanyi dan menikmati pertunjukan hingga malam.
Pamungkas menampilkan 11 buah lagu yang dalam ageda KKB yang digelar Bank Indonesia (BI), event tersebut juga menjadi momentum berbeda bagi Bulungan. Setelah sebelumnya beberapa kali dilaksanakan di Kota Tarakan, tahun ini ibu kota Provinsi Kalimantan Utara dipercaya menjadi tuan rumah.
Puluhan pelaku UMKM turut ambil bagian dengan memamerkan sekaligus menjual berbagai produk unggulan daerah. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
Clara, salah seorang pengunjung, KKB bukan sekadar menghadirkan hiburan. Pameran UMKM dan berbagai kegiatan yang disuguhkan membuat masyarakat dapat melihat langsung perkembangan usaha lokal di Kalimantan Utara.
“Saya senang kali ini ada pameran UMKM yang cukup besar. Bahkan penampilan Pamungkas yang paling saya tunggu,” ujar Clara, Jumat (28/8).
Menurutnya, kehadiran musisi ibu kota membuat suasana semakin hidup. Namun, hal yang tidak kalah menarik adalah kesempatan masyarakat melihat produk UMKM sekaligus mengenal Museum Bank Indonesia yang turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Sementara, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Paliwang, mengapresiasi pelaksanaan KKB di Bulungan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat.
“Selama tiga hari nanti kita akan dihibur. Harapannya agenda seperti ini berlangsung di setiap daerah di Kaltara untuk membangkitkan UMKM daerah,” kata Zainal.
Ia juga mengaku bangga karena KKB akhirnya digelar di Bulungan setelah beberapa kali sebelumnya dilaksanakan di Tarakan.
“Kalau sebelumnya itu Tarakan terus, sekarang Bulungan. Enam kali berturut-turut KKB tidak digelar di sini (Bulungan), dan akhirnya di sini. Alhamdulillah, antusias pengusaha UMKM luar biasa ditambah artis ibu Kota yang menghibur masyarakat,” ujarnya.
Bagi pemerintah daerah, perpindahan lokasi KKB tidak hanya soal tempat pelaksanaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM di setiap kabupaten dan kota di Kaltara.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Agus Taufik, mengatakan pemilihan Bulungan sebagai tuan rumah merupakan bagian dari upaya pemerataan kegiatan pengembangan UMKM.
“Ini pertama kali KKB digelar di ibu kota Kaltara, Bulungan. Sebelumnya di Tarakan. Kita mencoba menyeimbangkan agar event BI tidak hanya di Tarakan, tetapi di setiap daerah di Kaltara,” jelas Agus.
Ia mengatakan, pemerataan menjadi salah satu pertimbangan utama BI dalam menentukan lokasi pelaksanaan KKB. Dengan bergantinya lokasi kegiatan, pelaku UMKM di daerah lain juga mendapat kesempatan memperoleh akses promosi dan pasar yang lebih luas.
“Akses terhadap penjualan lebih meningkat. Kita akan gantian dan kita harap berimbang antara setiap daerah,” pungkasnya.
KKB 2026 pun tidak berhenti sebagai panggung hiburan. Di balik riuh penonton dan penampilan musisi ibu kota, terdapat misi yang lebih besar, yakni mempertemukan UMKM dengan masyarakat, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong pelaku usaha di Kalimantan Utara untuk naik kelas.
Bagi Bulungan, menjadi tuan rumah KKB juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa geliat ekonomi kreatif dan UMKM tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga berkembang di ibu kota Provinsi Kalimantan Utara. (Lia)

