TANJUNG SELOR – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, kembali mengular hingga sepanjang satu kilo meter.

Pemandangan kendaraan roda dua, roda empat hingga truk yang berbaris panjang sejak pagi hari seolah menjadi pemandangan rutin bagi masyarakat.

Namun, di balik antrean tersebut, muncul pertanyaan mengenai ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di bumi tenguyun itu.

Keluhan terutama datang dari masyarakat yang membutuhkan BBM jenis Pertalite dan Solar. Para pengendara mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, bahkan berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok yang tersedia tidak selalu mencukupi.

Kondisi ini juga dirasakan sejumlah sopir truk di Bulungan. Mereka mengaku harus datang sejak subuh dan rela mengantre panjang demi mendapatkan Solar yang digunakan untuk menunjang aktivitas pekerjaan.

Salah seorang sopir truk asal Jalan Cempedak, Joko, mengatakan dirinya sudah mengantre sejak sekitar pukul 05.30 WITA. Namun, hingga siang hari, dirinya belum juga mendapatkan Solar.

“Saya ngantri dari setengah enam pagi untuk mengisi Solar. Solar ini tidak aman, kurang terus. Kita mau kerja jadi tidak bisa. Sejak Sabtu (29/8), hari ini Rabu (2/9) baru kita coba antre lagi,” kata Joko.

Menurutnya, kondisi serupa membuat para sopir harus berpindah-pindah SPBU untuk mencari BBM. Ia bahkan sempat mencoba mengantre di SPBU kawasan Sengkawit, namun antrean kendaraan sudah sangat panjang.

“Semua yang antre sampai ke Jalan Katamso. Jadi memang panjang sekali,” ujarnya.

Joko berharap pasokan Solar dapat kembali normal sehingga masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang bergantung pada BBM, tidak terus mengalami kesulitan.

“Saya berharap Solar ini dilancarkan. Kalau bisa dalam seminggu lima hari ada Solar. Kami mau kerja juga tergantung BBM. Kalau tidak lancar, pekerjaan kami ikut terganggu,” pintanya.

Hal senada disampaikan Tika, Yang menyebut bahwa pertalite sulit ditemui sehingga ia harus membeli di eceran dengan harga yang cukup mahal.

“Untuk pertalite ini sangat sulit dicari, terkadang mau gak mau kita membeli dipengecer dan harga nya itu cukup mahal,” terangnya.

Ia pun berharap agar pasokan Pertalite dicukupkan bagi kendaraan yang membutuhkan BBM terutama untuk bekerja.

 

Keluhan masyarakat ini tidak hanya sebuah keluhan biasa namun menggambarkan betapa pentingnya kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat. Bagi sopir truk dan pekerja lainnya, BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan, tetapi menjadi bagian penting untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan terus melakukan langkah penguatan distribusi BBM di Kabupaten Bulungan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan stok terus dioptimalkan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite dan Pertamax.

Menurut Edi, mobil tangki telah diberangkatkan secara bertahap sejak pagi. Sebagian kendaraan pengangkut BBM masih dalam perjalanan menuju SPBU yang menjadi tujuan distribusi.

“Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran Pertalite dan Pertamax ke Kabupaten Bulungan. Setelah pengiriman dilakukan pada 1 September, hari ini kami kembali memperkuat penyaluran untuk membangun stok di SPBU serta menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, penguatan distribusi dilakukan setelah adanya penyesuaian jadwal pengiriman dari Jobber Berau. Pertamina kemudian melakukan sejumlah langkah operasional untuk mempercepat pengiriman sekaligus mengatur kembali pola penyaluran agar pasokan dapat segera diterima oleh SPBU.

“Mobil tangki telah diberangkatkan secara bertahap sejak pagi dan sebagian masih dalam perjalanan menuju SPBU. Kami terus memantau proses pengiriman hingga produk diterima dan pelayanan kepada masyarakat kembali optimal,” jelasnya.

Pertamina juga melakukan koordinasi dengan pengelola SPBU untuk memantau kondisi stok, aktivitas pembelian, serta kelancaran pelayanan di lapangan.

Penyaluran berikutnya, kata Edi, akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi operasional yang terjadi di masing-masing SPBU.

Di sisi lain, masyarakat diimbau membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Imbauan ini dinilai penting agar distribusi BBM dapat berjalan lebih merata dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami memastikan penguatan distribusi terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya.(Lia)