BERAU, IT-NEWS.ID – Pemadaman listrik berulang di Kabupaten Berau kian meresahkan masyarakat. Di Tanjung Batu, warga mengeluhkan durasi pemadaman yang disebut mencapai 4 hingga 16 jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga mengancam keberlangsungan usaha kecil milik warga.

Salah satu warga Tanjung Batu mengungkapkan, pemadaman dalam waktu lama membuat masyarakat kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Situasi ini semakin memberatkan warga yang menggantungkan usahanya pada ketersediaan listrik.

“Pemadaman listrik ini cukup lama, bisa sampai 4 hingga 16 jam. Kami sebagai warga tentu sangat terdampak, apalagi kalau listrik mati berjam-jam seperti ini,” ungkap warga tersebut.

Dampak paling dikhawatirkan dirasakan pelaku usaha yang menyimpan barang dagangan di dalam freezer. Salah satunya warga yang berjualan frozen food dan bergantung pada listrik untuk menjaga kualitas stok dagangannya.

“Saya berjualan frozen food, jadi stok dagangan disimpan di freezer. Kalau listrik mati terlalu lama, kami khawatir barang dagangan rusak dan akhirnya mengalami kerugian,” keluhnya.

Selain persoalan usaha, pemadaman berkepanjangan juga mengganggu kenyamanan keluarga di rumah. Warga tersebut menyebut kondisi rumah yang tidak nyaman saat listrik padam turut membuat anak menjadi rewel.

“Bukan cuma soal jualan, aktivitas di rumah juga terganggu. Anak-anak ikut rewel karena kondisi rumah tidak nyaman saat listrik padam lama,” tambahnya.

Keluhan tersebut menggambarkan dampak pemadaman yang tidak sebatas hilangnya penerangan. Bagi warga yang menjalankan usaha, listrik menjadi kebutuhan penting untuk menjaga barang dagangan sekaligus mempertahankan pendapatan.

Menanggapi keluhan masyarakat, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Berau, Clif, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik berulang.

“Kami memahami dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik berulang, khususnya bagi pelanggan yang aktivitas rumah tangga maupun usahanya terdampak,” ujarnya kepada IT-News, Senin (26/10/2026).

Clif menyatakan, PLN menyadari listrik merupakan kebutuhan vital dalam menunjang aktivitas dan produktivitas masyarakat. Ia juga menyebut setiap keluhan pelanggan menjadi perhatian dan bahan evaluasi serius bagi PLN.

“Saat ini, PLN terus mengupayakan yang terbaik untuk tetap melayani konsumen dengan pengaturan pola operasi pembangkit yang ada di Berau, karena kondisi saat ini ada gangguan pada sisi transmisi,” jelasnya.

Meski demikian, pemadaman berjam-jam yang dikeluhkan warga masih menyisakan persoalan, terutama bagi masyarakat yang aktivitas dan penghasilannya bergantung pada pasokan listrik. Warga membutuhkan kepastian pemulihan pasokan agar kerugian usaha dan gangguan aktivitas rumah tangga tidak terus berulang.

Hingga berita ini ditulis, penjelasan PLN yang diterima IT-News menyebut gangguan pada sisi transmisi sebagai salah satu penyebab kondisi kelistrikan saat ini. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai perkiraan waktu pemulihan pasokan listrik secara normal.