BERAU, IT-NEWS.ID – Sebanyak 131 kunjungan pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung Bugis, Kabupaten Berau, selama periode 19–24 Oktober 2026. Gangguan pernapasan masih menjadi penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Berdasarkan laporan Sistem Monitoring Tren Puskesmas Kampung Bugis (SI MOTREN), kunjungan ISPA tertinggi terjadi pada 22 Oktober dengan 26 pasien. Sementara itu, mayoritas pasien yang berkunjung berasal dari kelompok usia balita 0–5 tahun.

 

Kepala UPTD Puskesmas Kampung Bugis, dr. Hj. Datik Yuli Darwati, mengatakan kelompok balita menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan kesehatan selama kondisi kabut asap.

 

“Anak-anak, terutama balita, perlu mendapat perhatian karena lebih rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya, Senin (02/11/2026).

 

 

Dari sebaran wilayah, Kelurahan Gayam mencatat 40 kunjungan ISPA, disusul Karang Ambun sebanyak 34 orang, Kelurahan Bugis sembilan orang, dan wilayah kelurahan lainnya sebanyak 48 orang.

 

Selain ISPA, laporan tersebut juga mencatat sembilan kunjungan pasien asma, empat pneumonia, lima sakit mata, serta dua pasien penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

 

Datik menyebut pemantauan kualitas udara juga dilakukan di sejumlah titik wilayah kerja puskesmas untuk mengetahui konsentrasi partikulat halus PM2.5.

 

“Pemantauan ini dilakukan untuk melihat kondisi kualitas udara di wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis,” jelasnya.

 

Pada Senin (26/10/2026) pukul 08.00 WITA, hasil pengukuran PM2.5 di Puskesmas Kampung Bugis tercatat 49 µg/m³ di dalam ruangan dan 50 µg/m³ di luar ruangan.

 

Di Kelurahan Gayam tercatat 46 dan 49 µg/m³, Kelurahan Bugis 46 dan 50 µg/m³, serta Kelurahan Karang Ambun 47 dan 50 µg/m³. Seluruh titik masuk kategori baik berdasarkan skema pemantauan yang digunakan puskesmas.

 

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, memperbanyak minum air putih, serta menjaga kesehatan saluran pernapasan.