JAKARTA, IT-NEWS.ID– Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan mutasi dan pengangkatan 49 perwira tinggi (Pati) Polri melalui Surat Telegram Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.
Mutasi tersebut mencakup lima perwira berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) dan 44 perwira berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).
Penerbitan surat telegram itu berlangsung hampir bersamaan dengan beredarnya isu penangkapan seorang jenderal di lingkungan Mabes Polri.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edinson Isir meminta masyarakat menunggu kepastian informasi tersebut. Namun, dia belum mengungkap siapa pihak yang dikabarkan ditangkap maupun perkara yang melatarbelakanginya.
“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” kata Isir di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Isir mengatakan, informasi lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya.
“Nanti ada saatnya, ya. Mungkin nggak lama lagi,” ujarnya.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada keterangan resmi yang merinci identitas pihak yang dimaksud maupun dugaan perkara yang sedang dibicarakan.
Lima Irjen Pol mendapat penugasan baru
Berdasarkan daftar dalam surat telegram, lima perwira berpangkat Irjen Pol mendapatkan penugasan baru.
Mereka adalah Irjen Pol Sofyan Nugroho yang mendapat penugasan pada PT Kereta Api Indonesia (KAI), Irjen Pol Laksana sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat I Akpol Lemdiklat Polri, serta Irjen Pol Idodo Simangunsong yang mendapat penugasan pada badan usaha milik negara (BUMN).
Selanjutnya, Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar diangkat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri. Sementara Irjen Pol Desman Silitonga Tarigan dipercaya menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri.
Sejumlah wakapolda berganti
Pada level Brigjen Pol, mutasi menyentuh sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri maupun kepolisian daerah.
Beberapa perwira mendapat penugasan sebagai wakil kepala kepolisian daerah (Wakapolda).
Brigjen Pol Eko Suprihanto diangkat sebagai Wakapolda Sulawesi Barat. Brigjen Pol Laode Aries El Fathar mendapat jabatan Wakapolda Gorontalo, sedangkan Brigjen Pol Singgamata dipercaya menjadi Wakapolda Lampung.
Selain itu, Brigjen Pol Harry Kurniawan diangkat sebagai Wakapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara Brigjen Pol Yohanes Agus Rujanto H.S. mendapat penugasan sebagai Wakapolda Papua Barat.
Mutasi juga mencakup jabatan di Bareskrim, Korbrimob, Baintelkam, Baharkam, Stamaops, serta Lemdiklat Polri.
Di lingkungan Stamaops, Brigjen Pol Auliansyah Lubis diangkat sebagai Waastamaops Kapolri. Adapun Brigjen Pol Sangkan Bonaparte Silalahi dipercaya mengemban jabatan Karobinops Stamaops Polri.
Sementara di Korbrimob, Brigjen Pol Djadjuli mendapat jabatan sebagai Danpasbrimob I Korbrimob Polri. Pergeseran lainnya mencakup jabatan di bidang pendidikan, intelijen, penyidikan, hingga pengawasan internal.
Surat telegram tersebut ditandatangani atas nama Kapolri oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Para perwira yang mendapat penugasan baru diperintahkan segera melaksanakan tugas sesuai ketentuan mutasi. Surat itu juga mengatur pengalihan fungsi sumber daya manusia serta pembiayaan perjalanan dinas bagi personel yang berpindah jabatan.

