BERAU, IT-NEWS.ID) — Hujan yang mengguyur Tanjung Redeb dan sejumlah wilayah di Kabupaten Berau pada Rabu (9/9/2026) membuat laporan Kebakaran Hutan dan lahan menurun diaertai kualitas udara yang membaik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi, menyebut laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami penurunan sehari setelah hujan turun.
“Ya, ada penurunan di tanggal 10 September,” ujar Masyhadi saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan grafik harian, jumlah hotspot tertinggi tercatat pada 1 September dengan 624 titik. Angka tersebut kemudian berfluktuasi hingga mencapai titik terendah pada 9 September dengan 57 titik.
Setelah hujan mengguyur Berau pada 9 September, grafik menunjukkan 145 hotspot pada 10 September dan kembali menjadi 192 titik pada 11 September.
Namun masyhadi menerangkan adanya kenaikan dihari setelah hujan menguyur berau.
“Hujan yg terjadi tgl 9 menurunkan intensitas luasan tetapi pada tgl 10 dan 11 terjadi kembali terutama di kec. Segah, kelay dan pesisir,” ungkapnya.
Disisi lain Penurunan laporan karhutla tersebut juga beriringan dengan kondisi kualitas udara yang kini berada pada kategori sedang.
Dikonfirmasi kepada Kepala DLHK Berau Zulkifli Azhari, ia mengatakan hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir berpotensi memengaruhi membaiknya kualitas udara, ditambah berkurangnya hotspot karhutla.
“Potensialnya begitu, dan kurangnya hotspot karhutla,” ungkapnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau pada 11–12 September 2026, konsentrasi PM2,5 tercatat 82 dan PM10 sebesar 98. Sementara karbon monoksida (CO) berada di angka 1,24.
Kepala DLHK Berau Zulkifli Azhari mengatakan, angka tersebut masih berada dalam rentang ISPU kategori sedang, yakni 51–100.
“Untuk hasil pengukuran 11 sampai 12 September, PM2,5 berada di angka 82 dan PM10 sebesar 98. Kalau berdasarkan ISPU, ini masih kategori sedang,” ungkapnya.

