SAMARINDA – Sebuah mobil Honda City terbalik di Jalan Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Minggu (28/6/2026) Sore, Polisi mengungkap kecelakaan itu diduga terjadi karena pengemudi mengantuk hingga tertidur sesaat saat mengemudi.

Akibat kehilangan konsentrasi, Honda City putih bernomor polisi KT 1857 WY yang dikemudikan Ali Umar oleng ke sisi kiri jalan dan menabrak Honda Brio merah KT 1581 NN yang sedang terparkir. Benturan keras membuat Honda City terguling hingga terbalik di badan jalan.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap pengemudi tidak menemukan faktor lain yang menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP di lapangan, laka lantas terjadi diduga akibat pengemudi mobil mengantuk,” ujar La Ode saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, Honda City melaju dari arah Simpang Agus Salim menuju Jalan Diponegoro. Saat melintas di Jalan Abul Hasan, pengemudi diduga tertidur sesaat sehingga kendaraan keluar dari jalurnya dan menghantam mobil yang sedang parkir di tepi jalan.

Benturan tersebut mengakibatkan Honda City mengalami kerusakan pada bagian depan kiri dan atap kendaraan akibat terguling. Sementara Honda Brio mengalami kerusakan di bagian belakang sisi kanan.

Meski kerusakan kedua kendaraan cukup parah, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga karena posisi Honda City yang terbalik menutup sebagian badan jalan. Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi kendaraan agar arus lalu lintas kembali normal.

La Ode mengatakan penyelesaian kerugian materi akibat kecelakaan masih dilakukan melalui mediasi yang difasilitasi Satlantas Polresta Samarinda.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Saat ini penyelesaian kerugian materi masih dalam proses mediasi antara kedua belah pihak,” katanya.

Ia mengimbau seluruh pengendara untuk tidak memaksakan diri mengemudi saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk karena dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk memastikan kondisi fisik benar-benar prima sebelum berkendara. Jangan memaksakan diri mengemudi saat mengantuk karena dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (*)