BERAU – Kebijakan efisiensi anggaran menyebabkan sejumlah cabang lomba pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Berau 2026 tidak dilaksanakan serta durasi kegiatan dipersingkat dari menjadi lima hari.

Kepala Kementerian Agama Berau, Kabul Budiono, mengungkapkan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan menyusul kondisi anggaran yang mengalami penurunan cukup signifikan. Meski demikian, pelaksanaan MTQ tetap dapat berlangsung dengan menyesuaikan kemampuan pendanaan yang tersedia.

“Kita bersyukur MTQ tetap bisa dilaksanakan, meskipun anggaran mengalami penurunan cukup drastis. Karena itu, beberapa cabang lomba tidak dapat kita laksanakan,” kata Kabul Budiono pada saat ditemui Sabtu (01/05/2026).

Ia menjelaskan, cabang lomba yang tidak dilaksanakan antara lain Syarhil Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, dan Tafsir Al-Qur’an. Untuk cabang Fahmil dan Syarhil, kebutuhan anggaran dinilai cukup besar karena peserta mengikuti lomba dalam bentuk tim. Sementara cabang Tafsir ditiadakan karena jumlah pesertanya relatif terbatas.

Adapun cabang yang tetap dilombakan meliputi Tilawah sebagai arena utama, Tartil dan Tahfiz, Qiroat, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), serta kaligrafi. Khusus cabang Tahfiz, hanya kategori lima juz yang dilaksanakan, sedangkan kategori 10, 20, dan 30 juz tidak dipertandingkan tahun ini.

MTQ tingkat kabupaten tersebut dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Talisayan pada 9 hingga 13 Juli 2026. Durasi kegiatan dipadatkan menjadi lima hari, termasuk kedatangan dan kepulangan peserta, dengan inti perlombaan berlangsung selama tiga hari.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah arena lomba akan memanfaatkan fasilitas masjid dan sekolah di sekitar lokasi kegiatan. Arena utama direncanakan berlangsung di salah satu masjid besar di Talisayan, sementara cabang seperti kaligrafi dan KTIQ kemungkinan menggunakan gedung sekolah.

Untuk akomodasi, panitia menyiapkan 17 rumah warga yang akan digunakan untuk menampung kafilah dari 13 kecamatan, dewan hakim, tim verifikasi, serta panitia. Skema ini sekaligus melibatkan masyarakat setempat dalam mendukung pelaksanaan MTQ.

Meski dilakukan efisiensi, Kabul menegaskan bahwa hak peserta tetap menjadi prioritas dan tidak akan dikurangi.

“Yang dikurangi hanya kegiatan tambahan yang tidak bersifat pokok, seperti hiburan. Namun untuk fasilitas peserta, penginapan, hingga hadiah, insya Allah tetap kami penuhi,” tegasnya.