KUTAI KARTANEGARA, — Cerita tentang kehidupan masyarakat pada masa lalu dihidupkan kembali melalui Festival Tempo Dulu di Desa Sungai Mariam Bahari, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Beragam kesenian, komunitas, serta suasana yang menggambarkan kehidupan pada masa 1970-an hingga 1990-an ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Festival ini menjadi ruang bagi warga untuk bernostalgia sekaligus mengenalkan sejarah lokal kepada generasi muda yang tidak mengalami langsung kehidupan pada masa tersebut.

Kepala Desa Sungai Mariam, Indra Lesmana, mengatakan gagasan festival berawal dari banyaknya cerita masa lalu yang disampaikan warga ketika bertemu dalam berbagai kesempatan.

Menurut Indra, cerita tersebut kemudian mendorong pemerintah desa untuk menghadirkan kembali sebagian kehidupan masa lalu dalam sebuah kegiatan yang dapat dinikmati lintas generasi.

“Pertama kita ingin mengenal sejarah. Bagaimana kehidupan dulu, mulai dari tahun 1970, 1980 sampai 1990 yang mungkin belum pernah dirasakan anak-anak muda sekarang,” kata Indra. Saat dikonfirmasi (Minggu/4/10/2026).

Ia menjelaskan, nostalgia yang dihadirkan tidak sebatas melalui cerita. Masyarakat juga diajak mengenal kembali pakaian, makanan, koleksi benda lama, hingga berbagai kebiasaan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan warga.

Indra menyebut gagasan tersebut juga lahir dari masukan masyarakat yang selama ini banyak menceritakan perjalanan kehidupan mereka di Sungai Mariam.

“Banyak masukan dari masyarakat. Kami sering berkumpul dan mereka selalu menceritakan tentang dahulu kala, mereka dulu di sini, mereka dulu di situ,” ujarnya.

Kesenian hingga Komunitas Ontel Ikut Meriahkan

Festival Tempo Dulu tidak hanya menghadirkan pameran atau suasana bernuansa masa lalu. Sejumlah kelompok masyarakat turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan.

Penampilan kesenian yang menjadi ciri khas budaya Kalimantan menjadi salah satu bagian acara. Teater Lentera Mahakam yang dipelopori Desa Sungai Mariam juga tampil di hadapan masyarakat.

Tidak ketinggalan kelompok ibu-ibu Desa Sungai Mariam serta komunitas sepeda ontel Kecamatan Anggana.

Kehadiran komunitas ontel semakin memperkuat nuansa tempo dulu yang ingin dibangun dalam kegiatan tersebut.

Indra mengatakan keterlibatan berbagai unsur masyarakat membuat festival mendapat sambutan positif.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Kegiatan hari ini benar-benar ramai dan mendapat sambutan dari warga,” katanya.

Warga Nilai Sejarah Perlu Dikenalkan kepada Generasi Muda

Warga Desa Sungai Mariam, Pia, menilai Festival Tempo Dulu memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

Selain menjadi sarana berkumpul dan menikmati hiburan, kegiatan tersebut menurutnya dapat menjadi media untuk mengenalkan kehidupan masa lalu kepada anak-anak muda.

Pia mengatakan pengenalan sejarah secara langsung dapat membantu generasi muda memahami lingkungan dan budaya yang berkembang di daerah tempat mereka tinggal.

“Pengenalan sejarah secara langsung dapat membuat anak-anak muda lebih memahami lingkungan dan budaya tempat mereka tinggal,” ungkap Pia.

Menurut dia, berbagai unsur yang ditampilkan dalam festival membuat masyarakat dapat melihat kembali bagian-bagian dari kehidupan masa lalu yang mulai jarang ditemui saat ini.

Kegiatan tersebut juga mempertemukan warga dari berbagai generasi. Mereka yang pernah mengalami kehidupan pada masa lalu dapat berbagi cerita, sementara generasi muda memperoleh kesempatan mengenal sejarah melalui pengalaman yang lebih dekat.

Ingat Sejarah, Rawat Identitas Daerah

Indra mengatakan penguatan sejarah lokal menjadi salah satu tujuan utama Festival Tempo Dulu.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal perkembangan daerah dari kondisi saat ini, tetapi juga memahami perjalanan masyarakat yang membentuk Desa Sungai Mariam dan Kecamatan Anggana.

“Pemuda yang gagal adalah pemuda yang akan lupa sejarah. Itu adalah jas merah,” tegas Indra.

Ia menambahkan, festival tersebut tidak dirancang sekadar sebagai kegiatan hiburan. Pemerintah desa ingin menjadikannya sebagai wadah untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Menurut Indra, cerita masyarakat tentang masa lalu merupakan bagian penting dari perjalanan daerah yang perlu terus diwariskan.

“Tujuan kami bagaimana memfasilitasi orang-orang yang ada di Desa Sungai Mariam, khususnya masyarakat di Kecamatan Anggana, agar sejarah yang ada tetap diingat,” kata Indra.

Festival Tempo Dulu pun menjadi upaya mempertemukan cerita masa lalu dengan generasi masa kini. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak melihat kembali perjalanan daerahnya sekaligus menjaga agar nilai sejarah dan budaya lokal tidak hilang di tengah perubahan zaman.