SAMARINDA – Niat seorang anak perempuan di Samarinda untuk menunaikan salat Magrib berubah menjadi peristiwa mengerikan. Ia diserang seekor monyet di depan sebuah langgar hingga mengalami luka serius di bagian wajah.
Ibu korban, Ayu Wahyuni, menuturkan peristiwa bermula ketika anaknya tiba di depan langgar bersama seorang teman. Keduanya sempat berbincang sebelum seekor monyet tiba-tiba menyerang dari arah belakang.
Tanpa sempat menghindar, korban menjadi sasaran serangan hewan tersebut. Bagian wajahnya dicakar dan dicabik, mulai dari area atas wajah hingga pipi.
“Anak saya waktu itu baru sampai bersama temannya. Mereka sedang ngobrol, tiba-tiba monyet itu menyerang dari belakang,” tutur Ayu saat dikonfirmasi Jumat (6/11/2026).
Situasi saat itu juga membuat korban tidak langsung mendapatkan pertolongan. Sejumlah orang di dalam langgar tengah menunaikan salat Magrib ketika serangan terjadi.
Melihat kondisi anaknya terluka, Ayu segera membawanya ke klinik. Namun, karena luka yang dialami cukup serius, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Sejak menjalani perawatan di rumah sakit, korban harus melewati serangkaian tindakan medis. Operasi dilakukan berulang kali karena kondisi luka tidak kunjung membaik.
Bahkan, luka di wajah korban dilaporkan mengalami infeksi. Nanah keluar dari bagian luka dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Sudah empat kali operasi, tetapi lukanya masih mengalami infeksi. Masih ada nanah dan baunya juga tidak sedap,” ungkap Ayu.
Kondisi tersebut membuat keluarga masih harus menjalani proses pengobatan dan menunggu penanganan medis berikutnya. Ayu berharap luka anaknya segera membaik sehingga tidak perlu kembali menjalani operasi.
Monyet sudah diamankan petugas
Di sisi lain, monyet yang diduga menyerang korban telah diamankan petugas dinas terkait.
Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan hewan tersebut.
Proses evakuasi sempat menghadapi penolakan dari pihak yang memelihara monyet. Namun, petugas akhirnya berhasil mengamankan hewan itu.
Rahman, petugas dinas Damkar Samarinda, mengatakan monyet tersebut kini masih berada dalam pengamanan pihaknya.
“Setelah menerima laporan masyarakat, kami langsung mendatangi lokasi. Monyet tersebut kemudian kami amankan, meskipun saat prosesnya sempat ada penolakan dari pihak pemilik,” kata Rahman.
Hingga kini, penanganan lebih lanjut terhadap monyet tersebut masih berada di bawah kewenangan dinas terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap hewan peliharaan, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. Sebab, serangan yang terjadi di lingkungan permukiman itu berujung pada luka serius dan proses perawatan panjang bagi korban.

