TANJUNG SELOR –Penemuan mayat di kawasan Pujasera, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kabupaten Bulungan tidak hanya membuat geger masyarakat di namun dibalik penemuan itu ada kisah sedih dimana pria parubaya tersebut hanya hidup di dalam gerobak kecil bertutup seng jualan sehari-harinya.
Selain hanya tinggal digerobak pria yang sudah dievakuasi pihak kepolisian tinggal seorang diri dan ditemukan sudah bernyawa pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 08.30 WITA serta diduga memiliki riwayat penyakit.
Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP H. Rio Adi Pratama melalui Kasi Pidm Humas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo yang membenarkan jika korban yang ditemukan merupakan seorang pria bernama Suandi Kelahiran Malang 1966.
“Untuk korban ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), penyebab dari kematian jika kita dengar dari para saksi memiliki riwayat penyakit salah satunya batuk-batuk,” jelasnya Hadi kepada media.
Lebih lanjut dijelaskan selain memiliki riwayat penyakit korban juga hanya hidup sebatang kara di gerobak jualanya sendiri di kawasan Pujasera.
Sementara itu pihaknya juga menjelaskan dibalik penemuan jasad itu bermula saat seorang warga bernama Marliana yang hendak berangkat bekerja di warung makan Rizky sekitar pukul 08.30 WITA, lalu melihat korban dalam kondisi terbaring di dalam gerobak. Setelah diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernyawa.
“Setelah melihat kondisi korban saksi itu langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.
Dari keterangan saksi, korban selama ini memang tinggal seorang diri di dalam gerobak jualan dan tidak memiliki kerabat dekat di sekitar lokasi.
Saksi juga menyebut korban memiliki riwayat batuk-batuk serta mengalami sakit pada bagian kaki yang membuatnya kesulitan berjalan. Kondisi kesehatan tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sebelumnya, korban juga diketahui telah dilaporkan kepada Dinas Sosial. Bahkan, terdapat rencana untuk memulangkan korban ke kampung halamannya. Namun, korban menolak dan memilih tetap tinggal di gerobak jualan tersebut.
“Korban sebelumnya sudah dilaporkan ke Dinas Sosial dan akan dipulangkan ke kampung halaman, tetapi yang bersangkutan menolak dan memilih tetap tinggal di gerobak,” sebutnya.
“Saat ini Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Tanjung Selor penanganan lebih lanjut, sedangkan barang milik korban yang ditemukan seperti pakaian, sarung, dompet, sandal, gelas minuman, serta sisa kue sudah diamankan dan kami masih melakukan penanganan dan pendataan,” pungkasnya. (Lia)

