BERAU – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Rabu (24/6/2026) sore. Dalam peristiwa tersebut, seorang balita berusia 2 tahun 8 bulan dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.30 Wita dari Pos Polisi Kecamatan Biatan.
“Mendapat laporan tersebut, petugas Pos Damkar Biatan langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.45 Wita untuk melakukan upaya pemadaman,” kata Rakhmadi.
Rumah yang terbakar diketahui milik Sudirman (46), warga RT 001 Kampung Manunggal Jaya. Bangunan yang didominasi konstruksi kayu itu mengalami kerusakan berat akibat dilalap api.
Menurut Rakhmadi, proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 Wita dengan mengerahkan satu unit armada water supply berkapasitas 5.000 liter.
“Dalam kejadian ini terdapat satu korban jiwa, balita laki-laki berusia 2 tahun 8 bulan. Selain itu, terdapat satu kepala keluarga dengan tiga jiwa terdampak dalam kebakaran tersebut,” ujarnya.
Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Rakhmadi menambahkan, penanganan di lapangan melibatkan unsur Disdamkarmat Berau, TNI, Polri, serta warga setempat. Sumber air yang digunakan untuk pemadaman berasal dari grondtank di sekitar lokasi.
“Api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan. Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban dalam peristiwa ini,” pungkasnya.
Kapolsek Talisayan, AKP Rakhmad Wiwit Dianto, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran pertama kali diketahui oleh nenek korban, Halawiah (64), yang terbangun dari tidur sekitar pukul 16.20 Wita dan mendapati api telah membesar dari kamar tempat korban berada.
“Saksi kemudian keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan warga. Beberapa warga datang membantu dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas,” ujar AKP Rakhmad.
Dari keterangan yang dihimpun polisi, saat kebakaran terjadi korban berada seorang diri di dalam kamar. Sementara nenek korban berada di kamar lain. Adapun ibu korban saat itu sedang berada di luar rumah untuk mengambil kipas angin di kediaman rekannya.
“Korban tinggal bersama ibu dan neneknya. Kedua orang tua korban diketahui telah bercerai. Saat kejadian, ibu korban tidak berada di rumah,” jelasnya.
Hingga kini Unit Reskrim Polsek Talisayan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah tersebut.

