BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus menggencarkan upaya penguatan ketahanan pangan melalui penambahan serta optimalisasi lahan pertanian. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengusulkan perlindungan lahan pertanian agar tidak beralih fungsi ke sektor lain.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa perubahan fungsi lahan yang terjadi cukup cepat menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menyiapkan lahan pertanian yang lebih luas dan produktif agar tetap terjaga untuk kepentingan pangan.
“Perubahan lahan itu cepat, sehingga kami berupaya menyiapkan lahan yang lebih luas dan layak agar tidak terdegradasi atau dialihfungsikan, terutama untuk kepentingan non-pangan,” ujarnya pada Rabu (15/04/2026).
Pemkab Berau telah mengusulkan lebih dari 3.200 hektare lahan basah sebagai cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 tahun ke depan. Lahan tersebut direncanakan masuk dalam skema Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan diintegrasikan dalam rencana tata ruang wilayah, sehingga memiliki perlindungan hukum yang kuat.
Dengan status tersebut, lahan tidak dapat dialihfungsikan untuk kepentingan lain. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kawasan tersebut.
“Jika sudah masuk dalam LP2B, maka tidak bisa digunakan untuk kepentingan lain. Semua OPD harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga lahan ini sebagai cadangan pangan,” jelasnya.
Sejumlah wilayah yang diusulkan sebagai lahan basah untuk pengembangan padi sawah antara lain Merancang, Buyung-Buyung, Labanan, Pesuk, serta beberapa kawasan di Talisayan yang dinilai memiliki potensi lahan basah.
Selain itu, Pemkab Berau juga menyiapkan cadangan lahan kering seluas lebih dari 11.000 hektare untuk pengembangan komoditas jagung.
Saat ini, luas lahan sawah yang telah ada di Berau mencapai sekitar 3.000 hektare. Pemerintah daerah pun terus mendorong pengembangan melalui program cetak sawah baru, termasuk realisasi 425 hektare sebelumnya.
Pada tahun 2026, direncanakan penambahan cetak sawah baru seluas 1.300 hektare. Selain itu, upaya optimalisasi juga dilakukan dengan mengaktifkan kembali lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Berau berharap ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat dan berkelanjutan di tengah tantangan alih fungsi lahan yang terus terjadi.

