BERAU — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Berau, Mikael Sengiang, menyatakan mesin organisasi partainya terus bergerak memperkuat konsolidasi menjelang agenda politik 2029. Salah satu fokus yang kini dikejar adalah pembentukan struktur kepengurusan hingga tingkat ranting serta peningkatan jumlah keanggotaan melalui sistem Kartu Tanda Anggota (KTA) digital.

Dalam pertemuan internal yang dihadiri jajaran pengurus, relawan, simpatisan, hingga sejumlah figur publik lokal dan pegiat media sosial, Mikael mengatakan PSI Berau telah menyelesaikan pembentukan kepengurusan di 13 kecamatan.

“Per hari ini, database KTA online yang masuk mencapai sekitar 780 anggota. Seluruh kepengurusan di 13 kecamatan sudah selesai. Selanjutnya kami akan menyusun kepengurusan DPRT, kemudian melakukan roadshow ke kecamatan hingga kampung-kampung,” ujar Mikael.

Menurut dia, roadshow tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur partai sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia meminta seluruh kader di tingkat kecamatan dan kampung mulai mempersiapkan diri menyambut agenda tersebut.

Mikael juga menyebut terdapat rencana kunjungan Joko Widodo ke Berau pada November mendatang. Namun, ia menegaskan kunjungan tersebut diharapkan dapat terlaksana apabila struktur organisasi PSI di daerah telah terbentuk secara lengkap.

“Kalau kepengurusan sudah lengkap dan organisasi kita semakin solid, mudah-mudahan pada November nanti Pak Jokowi bisa berkunjung ke Berau,” katanya.

Di sisi lain, PSI Berau memasang target ambisius dengan menghimpun hingga 200 ribu anggota melalui sistem pendaftaran partai.

Selain konsolidasi organisasi, Mikael memaparkan sejumlah isu yang menurutnya akan menjadi fokus perjuangan PSI ke depan. Di bidang pendidikan, partainya mendorong akses sekolah gratis agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena persoalan biaya.

Pada sektor ketenagakerjaan, PSI Berau berkomitmen memperjuangkan prioritas bagi tenaga kerja lokal dalam berbagai sektor usaha di Kabupaten Berau.

Sementara itu, penguatan ekonomi masyarakat akan diarahkan melalui pelatihan UMKM berbasis teknologi, termasuk peningkatan kapasitas pada sektor pertambangan, perkebunan sawit, dan perikanan yang menjadi potensi utama daerah.

“UMKM harus naik kelas dengan memanfaatkan teknologi. Potensi pertambangan, sawit, dan perikanan harus memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Berau,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Mikael menyebut layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau juga menjadi salah satu agenda prioritas PSI. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Ia berharap keberadaan PSI dapat menjadi alternatif politik yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat Berau menjelang Pemilu 2029.

“Kami ingin PSI benar-benar hadir membawa perubahan melalui program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Mikael.