TANJUNG SELOR — Rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kalimantan Utara dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini telah bertemu dengan investor yang berminat mendanai proyek besar tersebut baru-baru ini, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp25 triliun.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menyampaikan bahwa pertemuan dengan investor berjalan lancar. Pertemuan tersebut dilakukan di kantor Badan Penghubung Kalimantan Utara di Jakarta, bersama sejumlah pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie dan Bupati Bulungan Syarwani. Dalam pertemuan itu, mereka berdiskusi langsung dengan perusahaan PT Indonesia Transit Synergy (INTRA).

Menurut Zainal, proyek ini akan membangun jalur kereta api dengan rute utama Tanjung Selor menuju IKN. Kehadiran kereta api dinilai akan meningkatkan efisiensi transportasi, terutama untuk angkutan barang dan penumpang jarak jauh.

Ia menjelaskan perbandingan waktu tempuh antara angkutan truk dan kereta api cukup signifikan. Jika menggunakan truk, perjalanan diperkirakan memakan waktu 18 hingga 36 jam.

Sementara itu, kereta api hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 jam. Hal ini membuat kereta api menjadi pilihan yang lebih cepat dan efisien, terutama untuk angkutan massal di jalur panjang seperti Tanah Kuning hingga Tanjung Redeb.
“Alhamdulillah, rencana investor untuk membangun jaringan kereta api di Kaltara berjalan lancar. Kami berharap investasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Zainal pekan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Idha Chalid, menjelaskan bahwa perencanaan proyek ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2015. Saat itu, pemerintah telah menyusun berbagai dokumen penting, seperti studi kelayakan dan masterplan jalur kereta api, khususnya untuk rute Tanjung Selor–Tanah Kuning–Tanjung Batu.

Seiring dengan pembangunan IKN, rencana jalur tersebut kemudian disesuaikan agar terhubung dengan kawasan ibu kota negara baru. Ia juga menambahkan bahwa jaringan kereta api nasional di Kalimantan memang sudah dirancang secara keseluruhan oleh pemerintah pusat.

“Untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada jalur Tanjung Selor–Tanah Kuning–Mangkupadi. Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan aturan dari Kementerian Perhubungan, termasuk melalui studi kelayakan lanjutan,” jelas idham.

Idham juga menyebutkan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu dikaji lebih lanjut, seperti jenis angkutan yang akan diprioritaskan, apakah untuk penumpang atau barang. Jika untuk barang, maka komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan hasil industri akan menjadi fokus utama.

Ke depan, jalur kereta api ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri di Bulungan, khususnya di Tanah Kuning–Mangkupadi yang direncanakan menjadi kawasan industri kelas internasional.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan rel kereta api dinilai lebih efisien dibandingkan moda transportasi lain karena tidak memerlukan lahan sebesar terminal atau pelabuhan di setiap titik.

Pemerintah daerah berharap proses kerja sama dengan investor dapat segera ditindaklanjuti, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang targetnya di tahun 2026 dengan penyesuaian rencana pembangunan di tahun-tahun berikutnya. (Lia)