BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau diduga mengeluarkan anggaran cukup besar sekitar 700 jt untuk penyelenggaraan kegiatan (event) pariwisata yang akan di selenggarakan di pulau Maratua dibanding prioritaskan pengerjaan infrastruktur sektor wisata Kabupaten Berau.
Adapun persoalan tersebut setelah menuju gelaran festival “Mak Dendang” yang mendatangkan artis ibu kota dinilai menelan biaya besar, di saat sejumlah fasilitas pariwisata permanen di Bumi Batiwakkal masih memerlukan pembenahan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha, menegaskan bahwa serangkaian kegiatan yang menyedot anggaran untuk kebutuhan panggung, tenda, hingga sound system tersebut masih dalam batas wajar. Menurutnya, pembiayaan anggaran daerah sudah memiliki porsi dan peruntukannya masing-masing.
“Pembangunan fisik tetap ada dan porsinya juga cukup besar saya lihat. Jadi semua berjalan sesuai dengan bidangnya, promosi wisata ya tetap jalan melalui event ini,” ujar Yudha saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Yudha mengungkapkan, pembenahan fasilitas fisik pariwisata saat ini terus bergulir di sejumlah destinasi unggulan, mulai dari kawasan cagar budaya Teluk Bayur, fasilitas wisata di Kecamatan Biduk-Biduk, Pulau Maratua, hingga infrastruktur di Tanjung Batu.
Saat disinggung mengenai dampak langsung festival Mak Dendang terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata, Yudha mengakui secara kedinasan memang tidak ada pemasukan angka yang instan. Tetapi demikian, ia meminta publik melihat dampak makronya terhadap perputaran ekonomi masyarakat bawah.
“Kalau PAD secara langsung yang dihasilkan oleh Dinas Pariwisata memang tidak. Tapi ada pergerakan ekonomi di dinas lain, seperti sektor transportasi. Perputaran uang itulah yang kita harapkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dampak dari event yang berlangsung selama 4 hingga 5 hari tersebut diklaim langsung dirasakan oleh pelaku usaha kuliner, penginapan, hingga penyerapan tenaga kerja lokal yang dilibatkan oleh pihak Event Organizer (EO).
“Kita ini ingin mengembangkan pariwisata, ya salah satu strateginya dengan mengadakan event seperti ini agar perputaran ekonominya terasa langsung di masyarakat,” pungkas Yudha.

