SAMARINDA, – Hampir tiga bulan mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang, warga Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), terpaksa membeli air dari tandon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat warga menyambut lega penyaluran bantuan air bersih dari pemerintah pada Rabu (28/10/2026). Warga berbondong-bondong membawa galon dan jeriken untuk menampung air yang dibagikan.
Saidah, salah seorang warga Muang Dalam, mengatakan, keterbatasan air bersih selama berbulan-bulan membuat warga harus mencari berbagai cara agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
“Sudah hampir tiga bulan kami kesulitan mendapatkan air. Kalau sumber air mulai kering, kami terpaksa mencari cara lain, termasuk membeli air dari tandon untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Saidah.
Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Air diperlukan untuk memasak, mandi, mencuci, serta berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.
Bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah pun memberikan kelegaan bagi warga yang selama ini harus menghadapi keterbatasan pasokan.
Sumber air mulai mengering
Selama ini, sebagian warga berupaya memenuhi kebutuhan air dengan mengalirkannya dari sungai-sungai kecil di sekitar permukiman. Namun, debit air yang terus menurun membuat sumber tersebut semakin sulit diandalkan.
Suyatno, warga Muang Dalam lainnya, mengatakan, kondisi kemarau membuat warga semakin kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau sumber air masih ada, kami bisa berusaha mengambilnya dari sekitar permukiman. Namun, ketika debitnya terus berkurang, kami kesulitan memenuhi kebutuhan. Karena itu, bantuan air bersih sangat membantu warga,” kata Suyatno.
Ia berharap penyaluran air bersih tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat berlanjut selama warga masih mengalami kesulitan.
“Harapan kami, pasokan air bisa terus dibantu sampai sumber air kembali normal. Kebutuhan air setiap hari tidak bisa menunggu hujan turun,” ujarnya.
Bendungan Danau Benanga ikut mengering
Kemarau panjang turut menyebabkan debit air di sejumlah sumber menurun. Bendungan Danau Benanga juga dilaporkan mengalami kekeringan, sehingga ketersediaan air menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Berkurangnya sumber air membuat warga Muang Dalam harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun, upaya tersebut belum tentu mencukupi kebutuhan seluruh warga.
Di tengah kondisi itu, penyaluran bantuan air bersih menjadi langkah untuk meringankan beban masyarakat selama kemarau berlangsung.
Warga berharap pemerintah terus memantau kondisi di lapangan, memastikan distribusi air menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta menyiapkan langkah lanjutan apabila kemarau berkepanjangan.
Bagi warga Muang Dalam, air bersih bukan sekadar kebutuhan untuk menjaga kenyamanan. Ketersediaannya menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari dan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga.
Selama sumber air belum kembali normal, warga berharap ada kepastian pasokan agar mereka tidak terus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air dari tandon.

