SAMARINDA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perkebunan di Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, selama tiga hari terakhir.
Puluhan hektare lahan dilaporkan terbakar. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap 48 kelompok tani yang memiliki lahan dan perkebunan di sekitar lokasi.
Api masih muncul di sejumlah titik hingga Senin (5/10/2026). Petugas gabungan bersama warga terus melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke perkebunan.
Kondisi lahan yang kering membuat api cepat menjalar. Asap juga masih terlihat mengepul dari sejumlah kawasan yang terbakar.
Tanaman produktif milik warga ikut terdampak, mulai dari rambutan, durian, singkong, jengkol hingga berbagai jenis pohon buah lainnya.
Di tengah ancaman api, warga memilih bertahan untuk menjaga kebun masing-masing. Mereka memantau pergerakan api sekaligus berupaya mencegah kobaran masuk ke lahan yang masih belum terbakar.
Ketua kelompok tani, Deni Hemani, menjadi salah satu warga yang ikut berjaga di sekitar kebun.
Ia mengatakan warga harus terus memantau kondisi karena api dapat kembali menyala dan menjalar ketika tertiup angin.
«“Kami tetap menjaga kebun karena api masih bisa menjalar. Kalau tidak diawasi, tanaman yang ada bisa ikut terbakar,” ujar Deni.»
Menurut dia, kebun warga menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, warga berusaha mempertahankan tanaman produktif yang selama ini mereka rawat.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran bersama BPBD Samarinda dan relawan masih berjibaku melakukan penanganan di sejumlah titik.
Pemadaman dilakukan dengan menyasar titik-titik api yang berpotensi meluas ke kawasan perkebunan lainnya.
Petugas juga harus menghadapi kondisi lahan yang kering serta medan yang tidak mudah dijangkau kendaraan pemadam.
Karhutla yang berlangsung selama tiga hari ini membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, masih terdapat lahan perkebunan yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.
Hingga Senin, api belum sepenuhnya padam. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api baru.
Warga pun diminta tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan kobaran api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
«“Kami berharap api segera bisa dipadamkan seluruhnya sehingga kebun warga tidak semakin banyak yang terdampak,” kata Deni.»

