PALEMBANG — Insiden kecelakaan kapal tongkang terjadi di perairan Sungai Musi, tepatnya di Jalan Sosial, Lorong Harapan, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Jumat (24/4/2026). Sebuah tongkang pengangkut batu bara menabrak permukiman warga hingga menyebabkan kerusakan parah.

Melansir mitramabes.com, tongkang bernama Andalas Semesta 02 yang ditarik Tug Boat Trans Marine 02 awalnya berlabuh jangkar sekitar pukul 13.00 WIB untuk menunggu antrean muatan.

Sekitar pukul 13.30 WIB, kapal penarik melepaskan tongkang dalam posisi lego jangkar guna melakukan pengisian air tawar di jetty Gandus.

Namun, kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada sore hari mengubah situasi. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tongkang hanyut dan bergerak tanpa kendali.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tongkang tersebut akhirnya menghantam bangunan di bantaran sungai serta sejumlah fasilitas milik warga.

Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga mengalami kerusakan berat, bahkan salah satunya dilaporkan roboh. Selain itu, dua unit perahu motor, satu empang, serta tiga dermaga beton juga ikut rusak.

Salah satu warga terdampak, Hendra (39), mengaku sempat berada di dalam rumah saat kejadian terjadi.

“Saat itu hujan deras dan angin sangat kencang. Tongkang yang bersandar tiba-tiba bergerak terbawa arus dan angin, lalu menghantam kapal ketek dan langsung menghancurkan rumah kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain rumah, kapal ketek miliknya yang digunakan untuk mencari nafkah juga mengalami kerusakan berat.

“Kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta. Rumah hancur, kapal ketek untuk mencari nafkah juga tidak bisa digunakan lagi,” katanya.

Peristiwa ini sempat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari potensi bahaya yang lebih besar.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, warga mengaku mengalami trauma akibat kejadian yang terjadi secara tiba-tiba.

Pihak kepolisian melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sumatera Selatan langsung merespons laporan masyarakat dengan menurunkan personel ke lokasi.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan area.

“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prosedur. Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujarnya.

Sejumlah saksi, termasuk warga dan awak kapal, telah dimintai keterangan untuk mendalami penyebab insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur operasional.

Polda Sumatera Selatan juga mengimbau para operator kapal agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama di jalur perairan padat seperti Sungai Musi.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan Call Center 110 agar penanganan kejadian dapat dilakukan dengan cepat,” tambahnya.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menentukan langkah hukum selanjutnya.