TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bulungan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan melibatkan Forum Anak Daerah (FAD).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Tenguyun, Kantor Bupati Bulungan, Tanjung Selor, dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggali aspirasi anak-anak sekaligus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan anak-anak dinilai sangat penting agar pembangunan benar-benar memperhatikan kebutuhan generasi muda.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bulungan, Adriana, mengatakan bahwa forum ini bertujuan untuk memenuhi hak-hak anak melalui perencanaan pembangunan yang lebih inklusif.

“Di forum ini kita berupaya menggali aspirasi anak-anak, agar kita bisa mengetahui apa yang menjadi harapan anak-anak yang tergabung dalam FAD,” ujarnya kepada IT-News.id, Rabu (4/3).

Dalam forum tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan anak-anak, termasuk terkait dunia pendidikan. Kurikulum pembelajaran dan sosialisasi program pendidikan sesuai minat dan bakat menjadi salah satu perhatian yang mencuat.

Adriana menegaskan, pihaknya akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Pemerintah daerah juga akan melakukan pendekatan melalui sosialisasi agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.

Sementara itu, Kepala Bappeda Bulungan, Iwan Sugianta, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa Kabupaten Layak Anak bukan hanya soal penyediaan fasilitas, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan bagi anak.

Menurutnya, ada sejumlah indikator yang harus dipenuhi untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Di antaranya penguatan kelembagaan dan dasar hukum perlindungan anak, pemenuhan hak sipil dan kebebasan, partisipasi anak dalam pembangunan, serta dukungan terhadap lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mencegah perkawinan anak, menyediakan infrastruktur ramah anak, memastikan setiap kantor memiliki ruang ramah anak, serta mendukung program kesehatan seperti pemberian tablet tambah darah.

Melalui Musrenbang yang melibatkan Forum Anak Daerah ini, Pemkab Bulungan berharap setiap kebijakan pembangunan dapat benar-benar berpihak pada anak dan mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak secara berkelanjutan. (ADV/Lia)