TANJUNG SELOR – Seorang perawat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Kabupaten Bulungan, diduga menjadi korban pelecehan oleh rekan kerjanya saat menjalani piket malam.

Kasus ini diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Utara. Direskrimum Polda Kaltara, Kombes Pol Yudhistira Midyahwan, membenarkan, adanya peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa kasusnya kini telah masuk tahap penyidikan.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu korban berinisial RJ bertugas piket di ruang Daisy lantai 2 bersama terlapor sesuai jadwal.

Sekitar pukul 02.00 Wita pada Senin dini hari, korban tertidur di ruang istirahat perawat. Sekitar pukul 03.00 Wita, korban terbangun karena merasa ada yang menyentuh tubuhnya dan mendapati terlapor berada di atas tubuhnya.

Korban sempat berusaha melawan, namun terlapor diduga tetap melakukan tindakan tidak senonoh secara paksa.

Peristiwa tersebut terhenti ketika seorang keluarga pasien mengetuk pintu ruang perawat sekitar pukul 03.30 Wita. Setelah itu terlapor keluar menemui keluarga pasien tersebut.

Korban yang merasa takut dan malu kemudian pulang setelah selesai bertugas. Ia lalu menceritakan kejadian tersebut kepada temannya dan berkonsultasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bulungan. lalu pada 22 Januari 2026, korban resmi melaporkan kejadian itu ke SPKT Polda Kaltara.

Pihak manajemen RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo membenarkan, adanya laporan tersebut. Kabid Pengembangan dan Humas RSUD, Heriyadi Suranta, mengatakan pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

Menurutnya, jika terduga pelaku terbukti bersalah, manajemen rumah sakit akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, pihak rumah sakit juga meningkatkan pengawasan terhadap petugas yang berjaga, terutama jika terdapat perbedaan jenis kelamin dalam jadwal piket.

“Saat ini, baik korban maupun terduga pelaku masih tetap bekerja sambil menunggu proses hukum berjalan,” pungkas Heriyadi. (Lia)