BERAU — Rencana pengadaan kapal pinisi untuk mendukung wisata sungai di Kabupaten Berau dipastikan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memilih mengalihkan fokus pada penguatan fasilitas dasar di destinasi wisata.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan bahwa wacana pengadaan kapal pinisi sebenarnya telah diusulkan sejak dua tahun lalu sebagai bagian dari pengembangan wisata berbasis sejarah.
“Dua tahun yang lalu itu, kami sudah pernah mengajukan usulan untuk pengadaan kapal pinisi, untuk memanfaatkan wisata sungai sampai ke kota tua, dengan storytelling menghubungkan tiga kota bersejarah, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur,” ujarnya.
Ia menyebut, rencana tersebut sempat mendapat persetujuan dari kepala daerah. Namun, besarnya kebutuhan anggaran menjadi salah satu pertimbangan utama hingga akhirnya program tersebut belum dapat direalisasikan.
“Memang sudah disetujui oleh Ibu Bupati, tapi anggarannya cukup besar untuk pengadaan kapal pinisi itu,” jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau juga telah berupaya mendorong realisasi program ini dengan mencari investor yang tertarik mengembangkan wisata kapal pinisi di Berau.
Namun demikian, Disbudpar menilai skema investasi justru menjadi opsi yang lebih realistis dibandingkan pengadaan langsung oleh pemerintah daerah.
“Kami juga berpikir, kalau Pemda yang mengadakan, nanti siapa yang mengelola. Jadi kalau ada investor yang masuk, kami justru lebih setuju,” tambahnya, Rabu (22/4/26).
Seiring dengan keterbatasan anggaran, terutama di tengah kebijakan efisiensi, Disbudpar memilih memprioritaskan pengembangan amenitas atau fasilitas dasar di destinasi wisata yang dinilai lebih mendesak.
“Kami melihat banyaknya kebutuhan di daya tarik wisata, khususnya amenitas yang belum siap. Jadi kami lebih memilih fokus ke sana dulu,” tegasnya.
Ia memastikan, untuk tahun ini tidak ada rencana lanjutan terkait pengadaan kapal pinisi.
“Oh tentu tidak, karena sekarang anggaran semakin kecil. Jadi kita prioritaskan yang benar-benar mendesak dulu,” pungkasnya.

