TANJUNG SELOR – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Sabtu pagi (23/5). Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 13 rumah warga dan dua unit kendaraan dilaporkan hangus terbakar setelah diamuk si jago merah.

Api dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah warga terbuat dari kayu. Kobaran api yang terus meluas membuat warga panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa keluar dari rumah.

Dari video amatir yang beredar di media sosial, terlihat warga berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menyelamatkan lemari, pakaian, ember, baskom, dan barang berharga lainnya.

“Berapa rumah sudah habis ini, ini kayaknya mau sampai 10 rumah. Aduh capek sudah kita berusaha padamkan api,” ujar seorang pria yang tidak diketahui namanya dalam rekaman video yang beredar di lokasi kejadian.

Dalam video lainnya, terlihat asap hitam pekat membumbung tinggi dari kawasan permukiman warga. Kobaran api juga tampak sangat besar hingga membuat masyarakat hanya bisa berusaha memadamkan api secara swadaya.

“Selesai lah, ngeri sekali apinya besar, asapnya sudah hitam,” ucap warga lainnya.

Kondisi cuaca dan tiupan angin yang cukup kencang membuat api semakin cepat menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga bersama masyarakat sekitar terus berupaya memadamkan api sebelum bantuan datang.

Sementara itu pihak Kepolisian, Kapolresta Bulungan, Kombespol Rofikoh melalui, Kasi PIDM Humas, Aipda Hadi Purnomo, membenarkan adanya kejadian kebakaran besar yang menghanguskan belasan rumah warga tersebut. Polisi sudah juga langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan penyelidikan awal.

Hadi menyebutkan bahwa peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita di Jalan Pangeran Muda RT 001 Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Dimana bahwa berdasarkan keterangan saksi bernama Julia (35), kebakaran pertama kali diketahui saat dirinya mencium bau gosong di sekitar rumah.

“Saat itu, Julia sedang didatangi oleh seorang warga bernama Mama Aco. Karena mencium bau terbakar, ia sempat bertanya apakah Mama Aco sedang memasak di rumah. Namun, pertanyaan tersebut dijawab tidak,” beber Hadi.

Lebih lanjut Hadi menambahkan bahwa saksi mengaku setelah pertanyaan tidak dijawab tidak lama kemudian, anak dari mama Aco berteriak memberitahukan bahwa api muncul di bagian dapur rumah mereka.
“Setelah itu saya dan Mama Aco keluar rumah dan melihat bagian dapur belakang rumah Mama Aco sudah terbakar. Kemudian saya meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api,” ujar Julia dalam keterangannya kepada polisi.

Api yang terus membesar akhirnya merembet ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi. Banyak bangunan yang tidak dapat diselamatkan karena material rumah yang mudah terbakar.

Lebih lanjut ditambahkan pihaknya bahwa berdasarkan data sementara kepolisian, rumah yang terbakar terdiri dari rumah milik Sabaria, Safi’i, Syahril, Amir sebanyak tiga unit rumah, Iwan, rumah kontrakan milik Iwan, rumah milik Bapak Ani, Buhari, Nenek Day, serta satu unit penginapan Rimbana milik Alimudin Anwar.

Selain rumah, kebakaran juga menghanguskan satu unit sepeda motor Yamaha Frigo milik Suryono dan satu unit mobil sedan Toyota Vios.Meski kerugian material cukup besar, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Tidak ada Korban jiwa nihil, dan tim kami juga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), garis polisi sudah pasang di sekitar lokasi kebakaran dan kami masih lakukan penyelidikan dibalik penyebab kebakaran di Sekatak,” tutupnya.(Lia)